"Kalau ditumpangi, yo ditunggangi kabeh (ya ditunggangi semua red), kalau saya menunggangi kan demi kepentingan dan kebaikan Ansor, kalau saya sudah terbukti dari awal, bahkan saya tidak mungkin membawa Ansor ke politik, dari suara saja saya juga tidak pernah kok," ucap H Imam Makruf melalui sambungan telepon aplikasi WhatsApp pada Sabtu (28/12/2024).
Lanjut H Imam Makruf, tapi justru kalau yang numpangi mereka yang orang-orang untuk kepentingan-kepentingan tertentu, ya sudah tahu. Ya lihat saja.
Baca Juga: PP GP Ansor Gelar Kongres di Atas Kapal Laut, Addin Jauharudin Terpilih Secara Aklamasi
"Kalau di tumpangi ya memang ditumpangi, ya jelas memang ditumpangi itu, buat apa ribut-ribut seperti itu, dan tak lihat itu eks-eks Pilkada itu yang ramai, dampak Pilkada itu yang membuat ramai," ujar H Imam Makruf kepada wartawan Nawacitapost.com.
Menurut H Imam Makruf mengatakan bahwa, kalau saya ngopeni karena saya adalah orang Ansor yang berada di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), jadi saya ingin berbuat baik ke Ansor. Kalaupun tidak mau dibantu ya sudah.
"Kalau ditumpangi-ditumpangi itu, justru ada kepentingan tertentu, untuk Pilkada mungkin," kata H Imam Makruf.
Baca Juga: Ramaikan Peringatan HSN ke-78, GP Ansor dan Lesbumi Gelar Festival Musik
H Imam Makruf menambahkan bahwa Konfercab XX PC GP Ansor menurutnya tidak deadlock. Deadlock-nya hanya untuk formatur saja, kalau pemilihan sudah terpilih, terpilihnya juga sudah melalui prosedur bahwa pasal Peraturan Dasar / Peraturan Rumah Tangga (PD/PRt) musyawarah mufakat itu sudah ditempuh dan sudah voting.
"Yang voting menang memilih 50 persen plus 1, kenapa itu dibiarkan. Kalau mereka menganggap bahwa itu nggak ini, mereka nggak paham saja kemudian deadlock itu. Deadlock itu sebenarnya karena dia memaksakan kehendak, bahkan sudah ditawarkan tiga kali 50 persen plus 1, dipilih oleh 140 orang, mau apa, jadi deadlock-nya itu hanya untuk formatur saja" imbuhnya.
H Imam Makruf menjelaskan, kalau narasumbernya adalah PAC Patianrowo, PAC Kota, dan PAC Berbek mereka adalah yang tidak lolos akreditasi, dan yang tidak meloloskan akreditasi tersebut bukan PW, bukan PC, dan bukan kita-kita, melainkan PW dan Pengurus Pusat (PP).
Baca Juga: Akibat Gelar Apel Kesetiaan dan Upgrading, Ketua PC GP Ansor Buka Suara
"Kalau saya lihat berita-berita itu Halilintar, itu kan berita Patianrowo. Patianrowo kan tidak punya hak suara dan hanya menjadi peninjau, karena tidak lolos akreditasi. Yang menjadikan tidak meloloskan akreditasi itu bukan PC, tapi PW. Dan ini ada mekanismenya," ungkapnya.
H Imam Makruf mengungkapkan, mekanismenya adalah akreditasi itu. Dan akreditasi itu yang menilai adalah PP. Karena tidak ada kegiatan, SK-nya mati, sudah tidak bisa ditolong.
"Ada akreditasi A nilainya banyak suaranya 2, kalau akreditasinya nilainya B suaranya 1, kalau nilai akreditasinya C dan D tidak ada suara, jadi mekanismenya seperti itu, dan hari ini ya sudah selesai. Kalau menurut PP bukan deadlock. PW dan PP selesai, karena sudah terpilih dan melalui mekanisme PD/PRt musyawarah mufakat," jelasnya.
Baca Juga: Bangun Kekompakan Banser, PAC GP Ansor Kertosono Gelar Apel Kesetiaan
Artikel Terkait
Ramaikan Peringatan HSN ke-78, GP Ansor dan Lesbumi Gelar Festival Musik
PP GP Ansor Gelar Kongres di Atas Kapal Laut, Addin Jauharudin Terpilih Secara Aklamasi
Perkuat Sektor Ekonomi, GP Ansor Ranting Sembung Serahkan Bantuan Gerobak Pentol
Jaga Ghiroh Berorganisasi, PR GP Ansor dan Banser Nglawak Kertosono Lakukan Ngarid
Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua PW GP Ansor Jatim, Ini Profil dan Program Musaffa Safril
Pasangan Muhibbin - Aushaf Daftar Dikawal Banser, Ini Tanggapan A'wan Syuriyah PWNU dan PW GP Ansor Jatim
Diduga Ditunggangi Kepentingan, Konferensi Cabang XX PC GP Ansor Nganjuk Berakhir Ricuh dan Deadlock
Konfercab XX PC GP Ansor Kabupaten Nganjuk Dinyatakan Deadlock, Ini Kata Salah Satu Peserta dan Hamid Muzakki