Kolaborasi GP Ansor dan Lesbumi, Festival Musik Akustik dan Musik Jalanan Ramaikan Peringatan HSN 2023
Nganjuk, NAWACITApost.com - Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) yang ke-78 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kertosono, menggelar kegiatan Festival Musik Akustik dan Musik Jalanan pada Jum'at (3/11/2023) malam.
Kegiatan tersebut digelar di salah satu Waroeng yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Nomor 157, Kelurahan Banaran, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, dengan mengambil Tema Estafet Santri Memimpin Negeri.
Informasi yang dihimpun jurnalis Nawacitapost.com Hari Santri Nasional tahun ini jatuh pada hari Minggu, 22 Oktober 2023 dan jika merujuk pada peristiwa sejarah resolusi jihad Kiai Haji (KH) Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945, maka Hari Santri Nasional 2023 memasuki peringatan ke-78 tahun.
Sementara HSN sendiri telah berlangsung selama 8 tahun sejak ditetapkan oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo, pada tanggal 15 Oktober 2015 melalui Keputusan Presiden (Keppres) nomor 22 tahun 2015.
-
Mulai saat itulah tanggal 22 Oktober 2015 ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional dengan tujuan untuk mengingatkan umat muslim dan bangsa Indonesia pada Resolusi Jihad yang telah dicetuskan KH. Hasyim Asy'ari.
Acara tersebut berlangsung meriah dan juga dihadiri oleh Pelaksana Jabatan (Pj) Ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kertosono Moh. Ali Imron, M.A, Ketua Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah dari Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Kertosono Ir. Imam Syafi'i, Ketua Lembaga Seniman dan Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) Kertosono Ustadz Agus Jamaluddin, Ketua PAC Fatayat NU Kertosono Yumrotun Nafi'ah, S.Pd, Ketua PAC GP Ansor Kertosono Hamid Muzakki, S.Pd.I, seluruh keluarga besar PAC GP Ansor dan Kepala Satuan Koordinasi Rayon (Kasatkoryon) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kertosono Ayhik Nurdiantoro beserta jajaran anggota Banser se-Kecamatan Kertosono, Ketua Panitia sekaligus Sekretaris PAC GP Ansor Kertosono Ainur Rosyid, Sekretaris Panitia Nur Lailiyatu Zahro', Ketua PAC Rijalul Ansor (RA) Muhammad Imam Muchlisin, juga Tiga Dewan Juri yakni Agung Hariono, Drs. Suratin Ansori, M.Pd, dan Agus Mitro.
Festival Musik Akustik dan Musik Jalanan yang digelar keluarga besar PAC GP Ansor Kertosono sesuai dengan lambang Nahdlatul Ulama (NU) maupun lambang GP Ansor yakni Bintang Sembilan, alias diikuti oleh sembilan peserta yaitu:
- Starbacs Band - Jalan Imam Bonjol Tembarak, Kertosono, Nganjuk.
- Band Goldy - Jalan Santok Pelem, Kertosono, Nganjuk.
- Ok 10pm - Kudu, Kertosono, Nganjuk.
- Diva - Tanjung, Kertosono, Nganjuk.
- Mahakustik - Al-Hidayah Tremas, Baron, Nganjuk.
- Eksma Band - MAN 1 Nganjuk.
- The Asshats - Tanjunganom, Nganjuk.
- The Hash - SMKN 1 Kertosono, Nganjuk.
- Nice Band - Tanjunganom, Nganjuk.
Menurut Ketua PAC GP Ansor Kertosono Hamid Muzakki mengatakan bahwa, dalam rangka memperingati HSN tahun 2023 memang sengaja menggelar festival Musik Akustik dan Musik Jalanan, hal tersebut berawal dari keresahan sahabat-sahabat keluarga besar PAC GP Ansor, Banser dan RA Kecamatan Kertosono.
-
"Dari keresahan itulah kami tergugah, dikarenakan sejauh ini belum ada wadah, untuk mewadahi mereka yang notabene di luar Santri atau non Santri, artinya untuk memberi tempat kepada mereka khususnya kepada Pemusik Akustik untuk masuk ke internal Santri NU," kata Hamid mengatakan yang biasa disapa akrab Hamid ketika ditemui setelah usai acara Festival kepada jurnalis Nawacitapos.com.
Hamid menambahkan bahwa, ini adalah bagian daripada dakwah kami untuk merangkul mereka, dan setelah ini GP ansor juga akan membuat agenda khusus untuk pemuda di wilayah khususnya Kertosono dan sekitarnya, dan akan mengakomodir dari berbagai kalangan, yang pertama dari perguruan silat, yang kedua dari kalangan atau kaum intelektual untuk membuat sebuah karya.
"Kalau untuk saat ini PAC GP Ansor Kertosono merangkul pemuda di bidang seni budaya, nanti agendanya di bidang intelektualnya kita akan berikan wadah juga kepada mereka," imbuh Hamid.
Hamid berpesan kepada peserta dakwah, untuk yang menang janganlah sombong karena semuanya adalah kawan, untuk yang kalah tetap semangat, dan kedepannya bisa ikut kembali di festival seni budaya yang akan diadakan di event-event berikutnya," ujarnya.
-
Di tempat yang sama Ustadz Agus Jamaluddin Ketua Lesbumi Kertosono mengatakan bahwa, yang pertama tujuan kegiatan tersebut adalah untuk memeriahkan HSN tahun 2023, yang kedua untuk menanamkan kepada mereka, anak-anak yang memang setiap hari di jalanan, menanamkan jihad sesuai dengan tema Estafet Santri Memimpin Negeri.
"Ini adalah bagian dari dakwah kita, dan hanya bisa seperti ini untuk sementara, insya Allah setelah kegiatan festival ini, kami dari Lesbumi, ingin mempersatukan seluruh musik yang ada, khususnya di wilayah Kertosono, dan umumnya di wilayah Nganjuk, kami akan menggabungkan musik-musik yang ada untuk menjadi musik yang religi," kata Ustadz Agus Jamaluddin yang biasa akrab disapa Ustadz Jamal.
Ustadz Jamal menambahkan bahwa, mungkin saat ini kita awali dari waroeng, kalaupun nanti bisa diangkat mulai dari cafe-cafe atau dimanapun, insya Allah nanti itu akan menjadikan musik yang betul-betul dihargai dan diminati oleh masyarakat walaupun terkesan itu Musik Jalanan, tapi kalau kita membawanya dengan misi syi'ar dakwah insya Allah itu akan ternilai menjadi musik yang mulia.
-
"Harapan kami bisa membentuk komunitas, yakni komunitas musik yang religi, seperti yang sudah ada di berbagai daerah, kayak musik yang dibawa oleh Muhammad Ainun Nadjib atau Emha Ainun Nadjib atau yang biasa dikenal akrab Cak Nun yakni melestarikan budaya gamelan Insya Allah seperti itu," imbuh Ustadz Jamal.
Ustadz Jamal menegaskan, kepada pemenang usaha tidak akan mengkhianati hasil. Siapa saja yang memiliki keyakinan, melakukan, totalitas, dan konsisten akan memperoleh hasil berupa keberhasilan dan kesuksesan sebagaimana arti man jadda wa jadda tersebut.
"Untuk teman-teman Alhamdulillah yang juara mudah-mudahan bisa meningkatkan kualitasnya lagi, memperbaiki grupnya lagi, dan yang belum menang juga seperti itu, yang penting kita di dalam pertandingan atau festival ini, tetap mengedepankan akhlak dan juga memperbaiki musik-musik, sehingga kalaupun nantinya menjadi orang yang berhasil, tidak menjadi orang yang sombong, selalu semangat untuk menjadi orang baik," tandasnya.
Statement Pemenang Festival Musik Akustik Dari Madrasah Aliyah Negeri 1 Nganjuk
-
Menurut Sihabudin Roziq perwakilan dari Eksma Band Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Nganjuk yang meraih juara 1 mengatakan bahwa, mengatakan ikut festival musik akustik dan Musik Jalanan mendapatkan informasi tersebut dari guru.
"Alhamdulillah kami meraih kemenangan disini bukan atas nama personal, namun atas nama tim Eksma Band MAN 1 Nganjuk, kami bahagia senang dan gembira, dan kami akan tetap semangat dengan cara mengasah lagi kemampuan tim, lebih kompak lagi," kata Muhammad Sihabudin Roziq yang biasa disapa akrab Sihab usai acara Festival musik akustik dan Musik Jalanan pada Jum'at (3/11/2023) malam.
Siap menambahkan bahwa, untuk peserta festival yang kalah saat ini, tetap semangat, tingkatkan kemampuan, karena disini bukan mencari musuh artinya di atas lawan di bawah tetap kawan.
"Semoga di Kertosono khususnya, dan umumnya di Kabupaten Nganjuk akan ada lagi event-event seperti ini, sehingga dapat memberikan wadah anak-anak band yang seperti saya, dan band yang lain juga bisa ikut," pungkas Sihab.(Skr/Sin)