NAWACITAPOST.COM - Konferensi Cabang (Konfercab) XX (Dua puluh) Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur berakhir ricuh hingga deadlock dikarenakan adanya bakal calon yang dipaksakan untuk menjadi Ketua PC GP Ansor Nganjuk periode 2024 - 2028.
Informasi yang dihimpun wartawan Nawacitapost.com, Konfercab XX PC GP Ansor Kabupaten Nganjuk, digelar di Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Hasan Tankila, Dusun Grompol, Desa Tanjungtani, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, yang semula akan digelar pada Minggu (22/12/2024), diundur menjadi Senin (23/12/2024).
Berdasarkan data yang dihimpun wartawan Nawacitapost.com, ada tiga kandidat Bakal Calon Ketua PC GP Ansor yaitu, Agus Muhammad Nasih Basthomi alias Gus Nasih, M Bagus Wahyudi, dan Hamid Muzakki, yang sama-sama sudah mendapatkan rekomendasi dari beberapa Pimpinan Anak Cabang (PAC), maupun Ranting GP Ansor.
Adapun rekomendasi untuk Agus Muhammad Nasih Basthomi alias Gus Nasih, mendapatkan rekomendasi dari 4 PAC dan 44 Ranting, begitu juga dengan Bagus Wahyudi juga mendapatkan rekomendasi dari 4 PAC dan 44 Ranting. Sementara Hamid Muzakki mendapatkan rekomendasi tertinggi yaitu dari 7 PAC dan 131 Ranting GP Ansor.
Baca Juga: Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua PW GP Ansor Jatim, Ini Profil dan Program Musaffa Safril
Pada akhirnya 3 bakal calon tersebut mendaftarkan diri sebagai calon. Namun persyaratan belum diverifikasi oleh panitia dan belum ditetapkan sebagai calon, bahkan belum ada penyampaian visi misi dari ketiga calon tersebut, salah satu bakal calon yakni Hamid Muzakki sudah dianggap sebagai pemenang oleh pimpinan sidang dikarenakan mendapatkan rekomendasi tertinggi.
Tak hanya sampai disitu, situasi Konfercab diperburuk dengan adanya dugaan berbagai intervensi dari pihak PC GP Ansor Nganjuk, yang dianggap kurang transparan dalam memberikan nilai akreditasi terhadap PAC maupun Ranting. Padahal penilaian akreditasi organisasi merupakan penentu dalam memberikan hak suara pada konfercab.
Salah satu peserta dari PAC GP Ansor Kecamatan Loceret ketika dikonfirmasi berkata bahwa tiga poin yang dinilai memaksakan untuk memenangkan salah satu calon untuk menjadi Ketua PC GP Ansor Kabupaten Nganjuk periode 2024 - 2028.
Baca Juga: Jaga Ghiroh Berorganisasi, PR GP Ansor dan Banser Nglawak Kertosono Lakukan Ngarid
"Sesuai pengamatan saya yang pertama adanya pelanggaran pada aturan yang sah, dan pimpinan sidang juga mengabaikan masukan, juga saran dari para peserta, bahkan interupsinya pun diabaikan," ucap salah satu peserta yang enggan disebutkan namanya kepada wartawan Nawacitapost.com pada Jum'at (27/12/2024) melalui pesan aplikasi WhatsApp.
Peserta tersebut juga menilai pimpinan sidang terkesan memaksakan aklamasi. Sementara bakal calon yang mendaftar kepada panitia ada tiga.
"Selanjutnya yang kedua menurut saya pimpinan sidang terkesan memaksakan aklamasi, sedangkan dalam aturan aklamasi bisa dilakukan bila terdapat calon tunggal. Namun faktanya calon yang mendaftar pada panitia ada 3 bakal calon dan semua sudah diterima panitia tanpa ada keterangan perbaikan data administrasi," ucapnya.
Artikel Terkait
Bangun Kekompakan Banser, PAC GP Ansor Kertosono Gelar Apel Kesetiaan
Akibat Gelar Apel Kesetiaan dan Upgrading, Ketua PC GP Ansor Buka Suara
Ramaikan Peringatan HSN ke-78, GP Ansor dan Lesbumi Gelar Festival Musik
PP GP Ansor Gelar Kongres di Atas Kapal Laut, Addin Jauharudin Terpilih Secara Aklamasi
Perkuat Sektor Ekonomi, GP Ansor Ranting Sembung Serahkan Bantuan Gerobak Pentol
Jaga Ghiroh Berorganisasi, PR GP Ansor dan Banser Nglawak Kertosono Lakukan Ngarid
Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua PW GP Ansor Jatim, Ini Profil dan Program Musaffa Safril
Pasangan Muhibbin - Aushaf Daftar Dikawal Banser, Ini Tanggapan A'wan Syuriyah PWNU dan PW GP Ansor Jatim