"Nah, setelah itu ada juga dari pimpinan utusan dari PAC Kecamatan Rejoso memberi opsi rekomendasi 70 persen, pada saat itu juga ada juga saya sebagai utusan dari pimpinan Ranting Garu memberikan opsi 85 persen. Pada saat itu sahabat Faizin dari Pimpinan Ranting Jelek, Kecamatan Baron mengafirmasi opsi dari sahabat-sahabat Hafidh Romadhon, seketika itulah pimpinan sidang mengetok palu, bahwa 50 persen plus 1 tahun disepakati," imbuh FR.
Menurut FR berkata, setelah 50 persen plus 1 tersebut disepakati, pimpinan sidang menghubungi Wakil Ketua (Waka) bidang organisasi PC GP Ansor Kabupaten Nganjuk untuk memverifikasi rekomendasi maupun akreditasi PAC dan Ranting.
Baca Juga: Akibat Gelar Apel Kesetiaan dan Upgrading, Ketua PC GP Ansor Buka Suara
"Pada saat itu Waka bidang organisasi datang diruang sidang, dan menghitung total jumlah rekomendasi dan akreditasi. Setelah itu hasilnya diserahkan kepada pemilihan sidang, pimpinan sidang pun tidak langsung mengemukakan tentang hasil rekomendasi dan akreditasi, melainkan meminta persyaratan dari tiga calon yang akan diusung menjadi Ketua GP Ansor Kabupaten Nganjuk," ucap FR.
FR mengungkapkan, adapun calon yang disebutkan oleh pimpinan sidang yang pertama adalah M Bagus Wahyudi sekaligus dibacakan profilnya, yang kedua adalah Gus Nasih (Agus Muhammad Nasih Basthomi red) dibacakan profilnya juga, yang ketiga adalah Hamid Muzakki, yang juga dibacakan profilnya.
"Setelah profil-profil para calon ketua GP Ansor itu dibacakan oleh pimpinan sidang, pimpinan sidang langsung membacakan hasil rekomendasi dan akreditasi, dikemukakan langsung oleh pimpinan sidang kepada peserta sidang tatib pemilihan ketua. setelah semua sudah dibacakan pimpinan sidang, pimpinan sidang membacakan tahapan pencalonan," tutur FR.
Baca Juga: Bangun Kekompakan Banser, PAC GP Ansor Kertosono Gelar Apel Kesetiaan
FR menjelaskan, pada saat yang sama ada sahabat dari PAC Kecamatan Ngetos memberi interupsi supaya surat rekomendasi dan akreditasi itu diverifikasi dan dibacakan secara terbuka, sehingga semua peserta sidang tatib pemilihan ketua itu tahu. nah pada saat itulah terjadi chaos.
"Chaos itu berlangsung agak lama, setelah chaos tersebut tidak ada titik temu. Sementara pimpinan sidang juga bersikukuh tidak mau membuka terkait keterbukaan terkait surat rekomendasi dan akreditasi dan pada saat itulah oleh pimpinan sidang dinyatakan deadlock," paparnya.
Masih bersama FR menegaskan, ketika dinyatakan deadlock, pimpinan sidang tidak menyatakan kapan akan dilaksanakan konfercab kembali. Hanya menyatakan bahwa Konferensi Cabang GP Ansor Kabupaten Nganjuk mengalami deadlock," tandasnya.
Ikuti dan dapatkan berita terupdate dari Sakera Kakanper PT Media Nawacita Indonesia (MNI) Nganjuk dan Kediri, Jawa Timur, langsung dari ponselmu, pada situs berita www.nawacitapost.com, melalui aplikasi Facebook, silahkan klik disini, dan disini, juga melalui aplikasi Twitter atau X, silahkan klik disini, pastikan dua aplikasi tersebut sudah terinstall pada ponselmu
Artikel Terkait
Bangun Kekompakan Banser, PAC GP Ansor Kertosono Gelar Apel Kesetiaan
Akibat Gelar Apel Kesetiaan dan Upgrading, Ketua PC GP Ansor Buka Suara
Ramaikan Peringatan HSN ke-78, GP Ansor dan Lesbumi Gelar Festival Musik
PP GP Ansor Gelar Kongres di Atas Kapal Laut, Addin Jauharudin Terpilih Secara Aklamasi
Perkuat Sektor Ekonomi, GP Ansor Ranting Sembung Serahkan Bantuan Gerobak Pentol
Jaga Ghiroh Berorganisasi, PR GP Ansor dan Banser Nglawak Kertosono Lakukan Ngarid
Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua PW GP Ansor Jatim, Ini Profil dan Program Musaffa Safril
Pasangan Muhibbin - Aushaf Daftar Dikawal Banser, Ini Tanggapan A'wan Syuriyah PWNU dan PW GP Ansor Jatim