4.
Narasi Logo
Terinspirasi dari kearifan Kampung, lingkungan rumpun keluarga yang tumbuh mandiri dalam keterhubungan. Unit terkecil kampung adalah rumah, tempat bertumbuh dan diayomi.
Untuk masuk ke dalamnya kita melalui ambang atau pintu dan dilindungi atap. Maka tanda utama identitas adalah ikon rumah--paduan ambang dan atap, yang diserap huruf "N" di tengah nama Nusantara.
Ikon rumah diapit "Nusa" berarti kepulauan, dan "Tara" berarti ‘sama tingkatnya’—Ibukota adalah pusat pengelola beragam ‘kampung’ dalam pelayanan yang setara. Kombinasi warna identitas adalah ‘hijau laut’ yang melambangkan kemaritiman, agraria, dan intelektualitas; sedangkan warna ‘kuning sawo’ melambangkan kreatifitas-inovasi.
Elemen pola identitas adalah komposisi para "kampung" yang terhubung, tumbuh bersama, berkesinambungan, sehingga saling memperkuat; sebuah perayaan sakralnya kebersamaan dan inovatifnya Tanah Air kita Indonesia.
5.
Narasi Logo
Nusantara, di zamrud khatulistiwa, memiliki beragam perbedaan yang saling berdampingan. Hidup dengan keluhuran budaya, tapi terbuka terhadap inovasi dunia. Memiliki banyak budaya daerah, tapi satu identitas bangsa.
Politik luar negeri non blok, tapi aktif dalam perdamaian dunia. Mungkin kita berbeda, tapi kebersamaan adalah kekuatan kita.
IKN Nusantara menjadi keseimbangan baru, ruang kebersamaan, semangat gerakan persatuan kita. Karena kita percaya pada kekuatan sinergi yang harmonis. Sinergi yang menyatukan kita dari dalam dan melipatgandakan kekuatan terbaik kita.
Membawa kita maju dan tumbuh inklusif di kepulauan yang dihubungkan lautan. Logo ini merangkai masa lalu untuk masa depan yang kita tuju. Sejalan dengan ideologi, keluhuran budaya, dan semangat maju bersama di antara kita. Bersama, kita bersinergi dari Nusantara untuk Indonesia dan dunia.