Jumat, 5 Juni 2026

Wujudkan Majalengka Smart City, UNMA Gelar Seminar Teknologi Majalengka 6.0

Photo Author
Sitinjak, Nawacita Post
- Kamis, 18 Agustus 2022 | 10:41 WIB

Majalengka, NAWACITAPOST.COM - Universitas Majalengka menggelar Seminar Teknologi Majalengka (STIMA) 6.0 dengan tema " Bangkit Bersama Membangun Majalengka Smart City" di auditorium Unma, Kamis (18/8/2022).

Hal itu disampaikan oleh Rektor Unma Indra Adi Budiman, dalam sambutannya dia mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Majalengka untuk membangun Majalengka menjadi Kabupaten smart city.

"Terima kasih kepada semua pihak, semoga pelaksanaan seminar berjalan lancar dan bisa bermanfaat untuk kita semua," ungkap Rektor UNMA, Kamis (18/08/2022).

Masih dikatakan Rektor, setelah pandemi covid-19, Kabupaten Majalengka terpilih dalam program smart city sehingga tema seminar pun tentang smart city. Guna mendukung hal itu, diperlukan multi disiplin. Ke depan pengabdian yang kami lakukan basenya multi disiplin.

"Dengan 200 mahasiswa yang kami miliki sudah mencapai target, dalam 100 Fakultas Teknik hari ini ada beberapa capaian yang kami capai dan acara ini sebagai rasa syukur kami," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Majalengka Gatot Sulaeman mengatakan bahwa Smart city tidak hanya tentang teknologi. Tetapi bagaimana berkolaborasi enam elemen smart city, semua elemen kehidupan berkolaborasi lebih baik dengan menggunakan teknologi.

Kota cerdas atau kota pintar, lanjut Kadis, adalah kawasan perkotaan berteknologi modern yang menggunakan berbagai jenis teknologi elektronik, aktivasi suara, dan sensor untuk mengumpulkan data tertentu. Informasi yang diperoleh dari data tersebut digunakan untuk mengelola aset, sumber daya, dan layanan secara efisien.

"Sebagai imbalannya, data tersebut digunakan untuk meningkatkan operasi di seluruh kota. Data ini termasuk data yang dikumpulkan dari warga, perangkat, bangunan, dan aset yang diproses dan dianalisis untuk memantau dan mengelola sistem lalu lintas dan transportasi, pembangkit listrik, utilitas, jaringan pasokan air, limbah, deteksi kejahatan, sistem informasi, sekolah, perpustakaan, rumah sakit, dan layanan masyarakat lainnya,"imbuhnya.

Lebih lanjut Gatot mengatakan, sebuah kota didefinisikan sebagai kota cerdas baik dalam cara pemerintah mereka memanfaatkan teknologi maupun dalam cara mereka memantau, menganalisis, merencanakan, dan mengatur kota.

"Konsep kota pintar mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi (TIK atau ICT:information and communication technology), dan berbagai perangkat fisik yang terhubung ke jaringan Internet untuk Segala ('IoT') untuk mengoptimalkan efisiensi operasi dan layanan kota dan terhubung ke warga," jelasnya.

Langkah pertama melakukan literasi baik secara digital maupun luring yang sudah pihaknya lakukan dengan menggandeng komunitas Relawan TIK ke sekolah-sekolah dan masyarakat.

"Setelah literasi, bagaimana ke depan kita harus cakap digital dan pilar-pilar smart city kita kolaborasi kan, seperti ekonomi dalam memanfaatkan digitalisasi, seperti UMKM masuk ke marketplace dan lainnya," tambahnya.

Ranah kami bagaimana menciptakan smart government. Lanjut Gatot, Teknologi smart city memungkinkan pejabat untuk berinteraksi langsung dengan komunitas dan infrastruktur serta memantau apa yang terjadi di kota dan bagaimana kota atau kabupaten berkembang.

"TIK di smart city digunakan untuk meningkatkan kualitas, kinerja dan interaktivitas layanan masyarakat," tandasnya.

Editor: Sitinjak

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini