Jumat, 5 Juni 2026

Ketua DPRD Kab.Blitar Suwito Saren Menghadiri Acara Jaring Aspirasi Gapoktan Se-Kab Blitar

Photo Author
Sitinjak, Nawacita Post
- Kamis, 24 Februari 2022 | 14:23 WIB

Blitar, NAWACITAPOST.COM - Ketua DPRD Kabupaten Blitar Suwito Saren Satoto menghadiri acara curhat Gapoktan se Kabupaten Blitar pada Minggu,(20/2/2022) di Balai Dusun Gadung Melati Desa Balairejo Kecamatan Panggungrejo Kabupaten Blitar.

Dalam acara tersebut dihadiri,Ketua DPRD Blitar,Kadin Pertanian Blitar, Densos Blitar, Disperindak Blitar, Komisi II DPRD Kab Blitar, DPRD Provinsi Jatim Komisi D, LPK - RI Kota Blitar dan Gapoktan se Kabusaten Blitar kurang lebih 100 peserta.

Ketua DPRD Kabupaten Blitar Suwito Saren Satoto menyampaikan, permasalahan pupuk petani Kabupaten Blitar di masa pandemi memang cukup meresahkan, belum lagi tuntutan perbaikan jalan rusak parah di Wilayah Blitar selatan.

Seperti berita media yang viral hari ini adalah, Dinas pertanian dan pangan Kabupaten Blitar dikejutkan dengan fenomena pupuk bersubsidi diperjualbelikan lagi oleh petani.Kemudian praktik petani menjual pupuk bersubsidi yang mereka terima itu terungkap,setelah satuan Reserse Kriminal Polres Blitar menyelidiki kasus penjualan kembali pupuk bersubsidi dan menetapkan dua tersangka.

Hari ni coba saya akan menanggapi pertanyaan dari Gapoktan Wilayah Blitar selatan yaitu masalah jalan rusak, untuk permasalahan pupuk biar nanti Dinas Pertanian yang menjawab.

-


Kabupaten Blitar yang terdiri 248 desa dan 22 kecamatan, terdiri 15 kecamatan wilayah utara 7 kecamatan wilayah selatan.

Untuk Wilayah Blitar selatan memang harus ada perhatian khusus dari pemerintah mengenai perbaikan infrastruktur diwilayah 7 kecamatan alur selatan.

Infrastruktur yang namanya jalan strategi politik agar menut saya adalah pembagian anggaran secara global fifti-fifty saja belum adil antara utara dan selatan.

Baru di katakan adil adalah, 60 persen selatan 40 persen utara umpama ada anggaran di PUPR 100 M maka selatan 60 M dan untuk utara 40 M ini hitun:an secara makro mencerminkan sebuah kebutuhan.

Karena apa pertama bahan material ini ada di utara, sehingga untuk membangun di utara - selatan secara nilai materialnya sudah beda satuan volume bangunanya.
Jadi, dengan anggaran 65 untuk selatan dan 35 untuk utara baru tertata tentang infrastruktur utara - selatan,” jelasnya.

Dalam waktu yang sama Wawan Widianto Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar menjelaskan, fenomena pupuk bersubsidi yang diperjualbelikan oleh oknum petani ini sangat disayangkan dan bikin sakit hati.

Kami sudah memperjuangkan petani. di sini agar mendapatkan jatah pupuk bersubsidi, tapi malah mau. dijual ke wilayah luar Blitar. Saya merasa kecewa dan terdholimi karena dengan kejadian ini perjuangan kami sangat sia-sia.

Dan kami berpesan kepada Gapoktan se Kabupaten Blitar, apabila kejadian menjual pupuk subsidi ini terulang kembali jangan harap petani se kabupaten Blitar akan dapat jatah pupuk dari pusat lagi, karena petani Blitar memang tidak butuh lagi pupuk bersubsidi.
Tapi menurut kami ini hanya kelakuan oknum saja, yang penting perbuatan jelek jangan terulang kembali, kalau ingin terus mendapatkan pupuk subsidi secara berkesinambungan,"pungkasnya.(adv/fm)

Editor: Sitinjak

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini