Jumat, 5 Juni 2026

Pendidikan di Kepulauan Nias Rendah dan Terbelakang, Firman Harefa : Anggaran Dibuat Kecil

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Senin, 29 November 2021 | 20:15 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST.COM - Apa yang diputuskan pemerintah dan DPR, melalui UU. Seharusnya menjadi turunan kepada pemerintah di daerah, untuk dilaksanakan. Apalagi itu menyangkut soal pendidikan yang alokasi anggarannya sebesar 20 persen.

Baca Juga : Alokasi Anggaran Pendidikan di Kepulauan Nias Kecil, Ini Kata Direktur CISA Herry Pasrani Mendrofa


Bahkan, Gubernur Jawa Barat  Ridwan Kamil berani mengalokasikan anggaran pendidikannya sebesar 32 persen APBD. Namun, tidak semua daerah menerapkan 20 persen, apalagi sampai 32 persen buat alokasi pendidikan.

Baca Juga : Ironis Alokasi Anggaran Pendidikan Gunungsitoli Paling Kecil di Kepulauan Nias


Terkait permasalahan tersebut, mantan Sekda Gunungsitoli  Firman Harefa, ketika dihubungi nawacitapost.com Senin (29/11/2021) melalui sambungan telepon, menyatakan. "Itulah permasalahan yang dihadapi oleh setiap daerah di Kepulauan Nias (Kepni).  Akibatnya kualitas dan mutu pendidikan kita di kepni ini selalu berada pada urutan terbelakang di Sumatera Utara."



Sebenarnya Undang-undang  telah mengamanatkan bahwa anggaran untuk pendidikan itu 20 persen dari anggaran yang ada. Tapl jarang daerah yang mematuhi ini. Akibatnya berpengaruh pada peningkatan sarana pendidikan dan peningkatan kualitas SDM tenaga bidang pendidkan sangat terbatas," pungkas Ketua DPP HIMNI Pertama.

 

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini