Kamis, 4 Juni 2026

Curhatan dan Tangis Pilu Warnai Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Nasional Forum PH dan Forum ASN PPPK PB PGRI

Photo Author
Tiarsin Nawacita, Nawacita Post
- Minggu, 28 Juli 2024 | 21:06 WIB
Muhadi Hartono (55) PTT Asal Ponorogo ketika menyampaikan curhatan dirinya  (Foto Sakera Nawacita)
Muhadi Hartono (55) PTT Asal Ponorogo ketika menyampaikan curhatan dirinya (Foto Sakera Nawacita)

NAWACITAPOST.COM - Curhatan dan tangis pilu beberapa Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT), warnai pelantikan dan pengukuhan pengurus Nasional Forum Perjuangan Honorer (PH) dan Forum Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang dilaksanakan Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) pimpinan H. Teguh Sumarno di Gedung Guru Indonesia, Surabaya, Jawa Timur pada Minggu (28/7/2024).

Informasi yang dihimpun wartawan Nawacitapost.com pada berita tayang sebelumnya dengan judul "Lantik dan Kukuhkan Pengurus Nasional Forum PH dan Forum ASN PPPK, Ini Kata Ketum PB PGRI Teguh Sumarno" Ketua Umum (Ketum) PB PGRI H. Teguh Sumarno ketika diwawancarai mengatakan bahwa persoalan guru ini sangat kompensitas dan sangat memprihatinkan.

Baca Juga: Terkait Tugas, Fungsi dan Kewajiban PGRI, Ketua PGRI Jember Supriyono Sampaikan Ini

Pantauan wartawan Nawacitapost.com dalam acara bincang-bincang koordinasi perjuangan menuju ASN. Acara dihadiri oleh Ketua Umum (Ketum) PB PGRI H. Teguh Sumarno, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PB PGRI Mansur Arsyad, Humas PB PGRI Ilham Wahyudi, Ketua PGRI Kabupaten / Kota Seluruh Indonesia baik secara luring maupun daring, serta berbagai pihak yang peduli terhadap nasib honorer dan PPPK di Indonesia.

Suasana gedung PGRI Jatim ketika Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Nasional Forum PH dan Forum ASN PPPK (Foto Sakera Nawacita)

Salah satu curhatan muncul dari Muhadi Hartono (55) PTT Asal Ponorogo, Jawa Timur, yang mengatakan bahwa PTT selama ini tidak pernah disentuh, padahal pagi sebelum ayam berkokok, semua PTT sudah bersih-bersih sesuai tupoksi masing-masing.

Baca Juga: Betulkah Pembekuan Organisasi PGRI Kabupaten Syarat dan Prosedurnya

"Mohon kiranya Bapak Teguh Sumarno beserta jajaran bisa memperjuangkan nasib kita yakni PTT seluruh Indonesia," ucap Muhadi Hartono sambil berkacak-kaca.

Menurut Muhadi Hartono mengatakan, dirinya memulai sebagai tenaga PTT pada 5 Juli 2005, namun kemarin ada perubahan sesuai dengan terbitnya SK Gubernur, sehingga kami terhitung mulai 2014.

"Dengan itu kami rela, yang penting kami masih bisa mengabdi, dan ingin merubah nasib, minimal kami bisa menjadi ASN PPPK," kata Muhadi Hartono.

Baca Juga: Latih PBB di SMK PGRI 2 Kertosono, TNI Berpangkat Sertu Berikan Wawasan Kebangsaan

Curhatan juga datang dari Mudiyawati (52) GTT asal Mojokerto, Jawa Timur, yang mengawali karirnya menjadi guru di salah satu Taman Kanak-kanak (TK), yang hingga saat ini belum mendapatkan kejelasan kesejahteraan tentang dirinya menjadi seorang pendidik atau guru.

Mudiyawati (52) GTT asal Mojokerto, Jawa Timur ketika menyampaikan curhatan dirinya (Foto Sakera Nawacita)

"Saya mengawali karir menjadi sebagai pendidik atau guru tahun 2004 di salah satu Taman Kanak-kanak (TK), dikarenakan ijazah linier, akhirnya geser ke salah satu Sekolah Dasar (SD) sampai diberi SK pada tahun 2008," ucap Mudiyawati.

Halaman:

Editor: Tiarsin Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini