NAWACITAPOST.COM - Curhatan dan tangis pilu beberapa Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT), warnai pelantikan dan pengukuhan pengurus Nasional Forum Perjuangan Honorer (PH) dan Forum Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang dilaksanakan Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) pimpinan H. Teguh Sumarno di Gedung Guru Indonesia, Surabaya, Jawa Timur pada Minggu (28/7/2024).
Informasi yang dihimpun wartawan Nawacitapost.com pada berita tayang sebelumnya dengan judul "Lantik dan Kukuhkan Pengurus Nasional Forum PH dan Forum ASN PPPK, Ini Kata Ketum PB PGRI Teguh Sumarno" Ketua Umum (Ketum) PB PGRI H. Teguh Sumarno ketika diwawancarai mengatakan bahwa persoalan guru ini sangat kompensitas dan sangat memprihatinkan.
Baca Juga: Terkait Tugas, Fungsi dan Kewajiban PGRI, Ketua PGRI Jember Supriyono Sampaikan Ini
Pantauan wartawan Nawacitapost.com dalam acara bincang-bincang koordinasi perjuangan menuju ASN. Acara dihadiri oleh Ketua Umum (Ketum) PB PGRI H. Teguh Sumarno, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PB PGRI Mansur Arsyad, Humas PB PGRI Ilham Wahyudi, Ketua PGRI Kabupaten / Kota Seluruh Indonesia baik secara luring maupun daring, serta berbagai pihak yang peduli terhadap nasib honorer dan PPPK di Indonesia.
Salah satu curhatan muncul dari Muhadi Hartono (55) PTT Asal Ponorogo, Jawa Timur, yang mengatakan bahwa PTT selama ini tidak pernah disentuh, padahal pagi sebelum ayam berkokok, semua PTT sudah bersih-bersih sesuai tupoksi masing-masing.
Baca Juga: Betulkah Pembekuan Organisasi PGRI Kabupaten Syarat dan Prosedurnya
"Mohon kiranya Bapak Teguh Sumarno beserta jajaran bisa memperjuangkan nasib kita yakni PTT seluruh Indonesia," ucap Muhadi Hartono sambil berkacak-kaca.
Menurut Muhadi Hartono mengatakan, dirinya memulai sebagai tenaga PTT pada 5 Juli 2005, namun kemarin ada perubahan sesuai dengan terbitnya SK Gubernur, sehingga kami terhitung mulai 2014.
"Dengan itu kami rela, yang penting kami masih bisa mengabdi, dan ingin merubah nasib, minimal kami bisa menjadi ASN PPPK," kata Muhadi Hartono.
Baca Juga: Latih PBB di SMK PGRI 2 Kertosono, TNI Berpangkat Sertu Berikan Wawasan Kebangsaan
Curhatan juga datang dari Mudiyawati (52) GTT asal Mojokerto, Jawa Timur, yang mengawali karirnya menjadi guru di salah satu Taman Kanak-kanak (TK), yang hingga saat ini belum mendapatkan kejelasan kesejahteraan tentang dirinya menjadi seorang pendidik atau guru.
"Saya mengawali karir menjadi sebagai pendidik atau guru tahun 2004 di salah satu Taman Kanak-kanak (TK), dikarenakan ijazah linier, akhirnya geser ke salah satu Sekolah Dasar (SD) sampai diberi SK pada tahun 2008," ucap Mudiyawati.
Artikel Terkait
Gugatan PGRI Tidak Diterima, Supriyono Angkat Bicara
Terkait Tugas, Fungsi dan Kewajiban PGRI, Ketua PGRI Jember Supriyono Sampaikan Ini
Betulkah Pembekuan Organisasi PGRI Kabupaten Syarat dan Prosedurnya
Latih PBB di SMK PGRI 2 Kertosono, TNI Berpangkat Sertu Berikan Wawasan Kebangsaan
Bincang-bincang Koordinasi Menuju ASN, PB PGRI Lantik dan Kukuhkan Pengurus Nasional Forum PH dan Forum ASN PPPK
Lantik dan Kukuhkan Pengurus Nasional Forum PH dan Forum ASN PPPK, Ini Kata Ketum PB PGRI Teguh Sumarno