> Menko PMK dalam Dies Natalis ke-53 ISBI Bandung
JAKARTA, NawacitaPost.com – Peningkatan kualitas seni dan ekosistem kebudayaan diharapkan dapat menjadi modal dasar sekaligus kekuatan penggerak pembangunan nasional. Dalam dunia pendidikan, seni dan budaya sangat diperlukan untuk menyeimbangkan antara pendidikan budi pekerti dan logika berpikir.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyatakan bahwa dalam proses pendidikan di Indonesia belum benar-benar mengatur secara seimbang antara logika, etika, dan estetika. Padahal, sejatinya, ketiga hal itu harus harmonis.
“Logika benar salah, etika baik buruk, estetika indah dan tidak indah, ketiganya harus bersatu padu. Dalam proses pendidikan kita, kurikulum belum betul-betul mengatur itu secara seimbang,” ujarnya saat menjadi pembicara kunci secara daring pada Dies Natalis ke-53 Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung yang dihadiri Rektor ISBI Prof. Dr. Hj. Een Herdiani, S.Sen., M.Hum beserta jajaran dekan, guru besar, dosen, dan mahasiswa yang digelar Rabu (6/10).
Muhadjir menilai pendidikan tidak melulu hanya mengajarkan peserta didik tentang logika dan etika, tetapi juga keindahan. Menurutnya, tanpa ada upaya untuk menarik estetika yakni seni dan budaya ke dalam sistem pendidikan maka sulit untuk bisa membangun SDM secara harmonis.
“Tentu saja ini menjadi tanggung jawab kita semua. Kita harus menyadari betapa pentingnya peran seni di dalam membangun manusia Indonesia yang berkesimbangan, bukan hanya menjunjung tinggi nilai-nilai kebajikan tetapi juga keindahan,” tuturnya.
Apalagi, upaya untuk memajukan kebudayaan pada masa mendatang masih akan dihadapkan pada permasalahan dan tantangan yang tidak mudah. Pemajuan dan pelestarian kebudayaan Indonesia dilakukan melalui empat langkah strategis, yaitu pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan.
”Harapan besar tentunya tersemat pada ISBI Bandung sebagai institusi pendidikan pengampu kebudayaan sekaligus mitra strategis pemerintah untuk dapat mengimplementasikan langkah strategis kebudayaan tersebut,” tandasnya. (FN).
Editor: Famati Ndruru
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Terkini
Rabu, 3 Juni 2026 | 21:32 WIB
Rabu, 3 Juni 2026 | 19:23 WIB
Rabu, 3 Juni 2026 | 13:26 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 18:58 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 15:47 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 11:15 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 07:51 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:23 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:10 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:09 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:09 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:09 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:09 WIB
Jumat, 29 Mei 2026 | 13:53 WIB
Kamis, 28 Mei 2026 | 19:51 WIB