Kamis, 23 Juli 2026

Udara Lebih Dingin Dampak Fenomena Bediding, Apa Itu ?

Photo Author
Reski kurnia, Nawacita Post
- Jumat, 16 Juli 2021 | 14:05 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - Suhu dingin yang dirasakan beberapa daerah di Jawa Timur saat musim kemarau banyak menimbulkan pertanyaan di masyarakat. Padahal suhu udara dingin merupakan fenomena alamiah yang biasa terjadi di bulan-bulan puncak musim kemarau.

Menuju punca musim kemarau, saat ini wilayah Jawa hingga NTT ditandai dengan gerak angin yang bertiup dominan dari arah Timur yang berasal dari Benua Australia.

Perlu diketahui, bulan juli ini wilayah Australia sedan dalam fase musim dingin, sehingga massa udara di Australia cenderung kering dan dingin. Tekanan udara yang cukup tinggi di Australia menyebabkan pergerakan massa udara dari Australia menuju Indonesia, fenomena ini disebut sebagai Monsoon Dingin Australia.

Angin monsun Australia yang bertiup menuju wilayah Indonesia melewati perairan Samudera Indonesia yang memiliki suhu permukaan laut juga relatif lebih dingin, sehingga mengakibatkan suhu di beberapa wilayah di Indonesia terutama bagian selatan Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggar terasa lebih dingin.

Awan dan hujan yang berkurang signifikan dalam beberapa hari terakhir membuat kandungan uap air dalam atmosfer berkurang, sehingga energi panas yang disimpan tidak banyak. Rendahnya kandungan uap di atmosfer ini membuat peningkatan suhu atmosfer dekat lapisan bumi tidak signifikan dan menyebabkan suhu udara di Indonesia saat malam hari di musim kemarau terasa lebih rendah dibandingkan saat musim hujan atau peralihan.

Editor: Reski kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Terkini