Surabaya NAWACITAPOST - Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, Anggota DPRD kota Surabaya kembali diwajibkan turun ke bawah menjaring aspirasi masyarakat dalam agenda reses. Dan kali ini adalah masa reses tahun sidang kedua, masa persidangan ketiga tahun anggaran 2021.
Terhadap masyarakat di Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir - Surabaya, Wakil ketua komisi A DPRD Surabaya, Camelia Habiba mengajak masyarakat khususnya para ibu turut berkomitmen melakukan pencegahan kelahiran bayi stunting.
Habiba menjelaskan, kasus Stunting bisa ditekan dengan perilaku hidup sehat oleh para ibu yang dikemas melalui program "Aksi Menyehatkan Ibu & Anak" (AMI).
Ia melanjutkan, penting mengawal Ibu Hamil sejak kandungan memasuki 6 Minggu pertama, sehingga asupan Ibu Hamil harus diperhatikan oleh Pemerintah kota, mengingat Surabaya masih tinggi Angka Anak Stunting.
" Asupan gizi yang cukup akan mencegah kelahiran bayi stunting, sekaligus memperkuat imun dan kecerdasan calon bayi," ungkap Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Selain terkait kesehatan, sesuai bidang Komisi A pemerintahan dan hukum, Habiba juga banyak menerima keluhan terkait pembayaran denda Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang masih banyak warga belum membayarnya.
"Banyak warga yang harus bayar hutang PBB dan dendanya, mereka menanggung tunggakan PBB puluhan tahun sejak orang tuanya," katanya.
Warga ingin Komisi A dapat bertindak sekaligus membuat kebijakan sebagai jalan keluarnya. " Yang diinginkan warga adalah adanya penghapusan tunggakan atau biasa disebut pemutihan," kata Habiba menirukan ucapan warga.
Tak hanya itu, warga juga sempat menyinggung terkait permasalahan pendidikan yang saat ini akan memasuki tahun ajaran baru dan seringkali terdapat kegaduhan masalah zonasi PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru, red). " Ketersediaan jumlah sekolah khususnya yang se-kualitas negri di masing masing kecamatan masih sangat minim dibanding jumlah siswa di wilayah tersebut. Itu yang harus menjadi program prioritas pemerintah dalam mengatasi masalah pendidikan di kota Surabaya," terangnya.
Politisi Perempuan yang juga dipercaya sebagai Ketua PC Fatayat NU Kota Surabaya ini berjanji, semua usulan akan disusunnya dalam Pokok Pikiran (Pokir) Dewan dan segera akan masuk Paripurna untuk ditindaklajuti. " Mudah-mudahan aspirasi masyarakat dalam reses kali ini dapat menjadi program prioritas pemerintah sehingga dapat direalisasikan dengan cepat." (BNW)