Lebih lanjut disampaikan Khofifah, hal ini senada dengan tagline Jatim dalam menjaga toleransi kerukunan umat beragama yaigu guyub rukun. Artinya, keguyuban dan kerukunan menjadi bagian dan penguat bagi semua untuk membangun Jatim dan wilayah Republik Indonesia.
"Mudah-mudahan semuanya berseiring dengan upaya tetap membangun Jawa Timur guyup rukun. Insyaalloh suasana kerukunan beragama terjaga, Jatim kondusif dan aman,” tegasnya.
Khofifah menambahkan, meskipun perayaan paskah tahun ini berbeda, karena masih dalam situasi pandemi Covid-19, namun kondisi ini tidak mengurangi kekhidmatan dalam beribadah. Apalagi, sebagian besar gereja telah menyediakan fasilitas misa secara virtual yakni lewat live streaming. Disamping itu, jemaah yang hadir pun juga sangat dibatasi.
“Tentunya kami berharap bahwa proses ibadah Paskah tahun ini tetap dalam situasi khidmat meskipun dari rumah. Selamat melakukan ibadah menyambut Paskah, semoga berjalan dengan aman, lancar dan khidmat,” pungkasnya..
Sementara itu, Romo Yoseph Eko Budi Susilo, Vikaris Jenderal Keuskupan Surabaya maupun Uskup Henricus Pidyarto, turut menyampaikan terimakasih kepada aparat TNI Polri yang telah melakukan pengamanan dan penjagaan untuk memastikan proses peribadatan jelang paskah ini berjalan dengan baik dan lancar.
“Kami merasa sungguh diperhatikan terutama pada saat yang cukup sulit ini. Tapi kami merasa aman melanjutkan ibadah kami karena aparat keamanan sungguh menjamin,” jelas Uskup Henricus Pidyarto.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah turut menyerahkan bantuan kepada Gereja Katederal Surabaya dan Gereja Katedral Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel Malang.
Diantaranya, berupa masker kain, Face Shield, pakaian hazmat, sarung tangan karet /latex (pendek), Hand Sanitizer, Kaca Mata/Safety Goggles, dan Vitamin C. Selanjutnya, paket sembako, disinfektan, sepatu boot/ karet, dan Rapid Antigen. (BNW)