Minggu, 19 Juli 2026

PGRI Jember Gelar Aksi Demo, Ketum PB PGRI Unifah Rosyidi Enggan Beri Komentar

Photo Author
Tiarsin Nawacita, Nawacita Post
- Minggu, 5 Mei 2024 | 18:36 WIB
Supriyono Ketua PGRI Kabupaten Jember ketika berorasi di depan hotel Aston (foto Sakera/Nawacita)
Supriyono Ketua PGRI Kabupaten Jember ketika berorasi di depan hotel Aston (foto Sakera/Nawacita)

Terpisah Supriyono menyampaikan, jadi kata kuncinya inilah Jember, hadi dengan terbitnya SK pembekuan yang saya katakan SK setan, karena dengan SK itu akan memecah belah.

Ketua PGRI Jember Supriyono ketika diwawancarai (foto Sakera/Nawacita)

"Sementara tugas guru itu menjadi perekat persatuan, tapi dengan adanya yang mengaku atas nama PB PGRI malah memecah belah persatuan, saya pikir ini bukan orang Indonesia, karena apa, kalau mereka Pancasila itu, jangan menceraikan beraikan," ucap Supriyono di Sekretariat PGRI Jalan Semangka Nomor 7, Glisat, Baratan, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur seusai aksi demo.

Supriyono menambahkan, kaitannya dengan tindakan-tindakan yang seperti itulah, Jember tidak bisa diam, itu menginjak-injak harga diri PGRI di Kabupaten Jember.

Baca Juga: Tolak Pecah Belah Guru Dengan SK Setan, PGRI Jember dan Sekitarnya Gelar Aksi Demo

"Bukan saya, saya ini hanya sebagai simbol, makanya langkah setelah terbitnya SK pembekuan, maka kita kumpulkan seluruh ketua cabang se Kabupaten Jember, Alhamdulillah 90 persen mereka hadir sekaligus menyatakan sikap, bahwa kita mengabaikan, menolak SK setan atau SK pembekuan," imbuhnya.

Menurut Supriyono mengatakan, jadi kami tidak mengakui adanya Unifah Rosyidi sebagai Ketum PB PGRI, karena mereka saat ini sedang berperkara di PTUN Jakarta.

"Mestinya jangan melakukan apapun yang membuat orang lain, apalagi mengkoyah-koyah persatuan, ini saya pikir tidak patut dilakukan, apalagi beliau adalah seorang dosen, seorang guru besar, yang mestinya mereka lebih bijak, lebih pintar, lebih cerdas, bagaimana caranya membina persatuan dan kesatuan, bukan malah memecah belah," kata Supriyono.

Baca Juga: Kapolsek Kalipare Menghadiri HUT PGRI KE 78

Supriyono menjelaskan, kegiatan yang digelar oleh Unifah Rosyidi, sebenarnya kami sudah tahu kebiasaan mereka, dia melakukan halal bihalal itu hanya panggung depannya saja.

"Ternyata panggung belakangnya, mereka menyiapkan rencana-rencana jahatnya untuk memecah belah persatuan dan kesatuan, karena itu kita sepakat tadi, karena mereka tidak mau keluar, kita tolak mereka, sehingga kalau mereka macam-macam, akan kita datangi di manapun dia berada, akan kita kejar sampai ke lobang semut pun, inilah sikap PGRI Kabupaten Jember," terang Supriyono.

Ketum PB PGRI hasil KLB Teguh Sumarno ketika diwawancarai (foto Sakera/Nawacita)

Sementara Ketum PB PGRI hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Teguh Sumarno ketika diwawancarai menyampaikan rasa keprihatinannya, karena keluarga kita ini adalah keluarga yang terdidik, di mana anggotanya saja persyaratannya pendidikannya harus S1, akan lebih dari itu.

Baca Juga: Bupati Nias Barat Pimpin Upacara Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT PGRI Ke-78 Tahun 2023

"Artinya bahwa, kita ini adalah keluarga besar yang secara keilmuan ini bisa menata diri bahkan menata orang banyak, kenapa sampai terjadi di Jember ini, karena memang dari mereka Unifah ini, menyatakan dirinya ini seolah-olah sudah paham, mereka memang sengaja memporak - porandakan solidaritas kita yang menyatu, kebhinekaan yang terbangun ini," ucap Teguh Sumarno.

Halaman:

Editor: Tiarsin Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini