Sabtu, 13 Juni 2026

Teliti Jamur Jakaba, Dosen STKIP PGRI Nganjuk Gandeng Kemdikbud

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Jumat, 6 Oktober 2023 | 08:22 WIB

Nganjuk, NAWACITApost.com - Jakaba si jamur yang menjadi primadona baru dibidang pertanian mampu menjadi pesaing pupuk organic cair lain yang sejenis. Jakaba yang merupakan nama dari istilah Jamur Keberuntungan Abadi merupakan jamur yang dikembangkan oleh petani dari jawa timur.

Tim peneliti dari STKIP PGRI Nganjuk melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul Revitalisasi Jakaba (Jamur Keberuntungan Abadi) pada tanaman bawang merah sebagai peningkatan Green Economy di Kabupaten Nganjuk dengan berkolaborasi dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) “pesona” Desa Peh Serut Kecamatan. Sukomoro Kabupaten Nganjuk Selasa (3/10/2023) yang berlokasi di Kediaman salah satu warga Pehserut.

Tim Peneliti STKIP PGRI Nganjuk yang berjumlah tiga orang yang terdiri dari Yulia Dewi Puspitasari, Triana Wuri Cahyanti dan Purwo Adi Nugroho ini melakukan serangkaian pendampingan yang dihadiri Jajaran Pemerintahan desa Pehserut, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur bersama Kelompok Wanita Tani dengan kegiatan pelatihan olahan bawang merah, pelatihan packaging, dan pelatihan pemasaran online dengan narasumber praktisi sekaligus owner dari Bawang Ndeso.
-


Kegiatan yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan buruh pipil brambang (bawang merah red) yang tergabung dalam kelompok tani Wanita ini diharapkan berdampak terhadap kemandirian dengan berwirausaha dan keahlian serta usahanya nantinya dapat diwariskan kepada keluarga.

Ketua KWT “Pesona” Sumiati menyampaikan bahwa dirinya Bersama anggota lainnya merasa memilki harapan dan semangat dengan adanya inovasi baru dalam berwirausaha. Dirinya mengganggap acara pelatihan ini sangat bermanfaat sekali bagi ibu-ibu poktan yang mulai mengenal penjualan melalui online dan cara packaging yg baik dan benar sehingga dapat meningkatkan tingkat penjualan dari produk yang mereka hasilkan.

Yulia sebagai peneliti dari Prodi Pendidikan IPA STKIP PGRI Nganjuk  menyampaikan apresiasi atas respon yang positif terhadap pendampingan dan sharing keilmuan dari Timnya kepada mitra yaitu poktan “pesona” yg bersedia berkolaborasi dan ikut memberikan sumbangsih baik secara in kind maupun in cash, .

“Kami berterima kasih atas supporting Program dari DRTPM Kemdikbud nantinya  bisa menjadi stimulus baru perkembangan wirausaha baru di pedesaan yang memberikan multiplyer effect terhadap perekonomian Masyarakat di Desa Pehserut, Sukomoro,” ungkap Yulia Dosen yang juga Ketua Program Studi IPA in.

Kegiatan Pendampingan dilakukan melalui empat sesi  diantarnya Pelatihan olahan bawang merah, Pelatihan packaging, Pelatihan pemasaran online, Pemetaan Jakaba yang dilakukan mulai tanggal 12 September hingga 3 Oktober 2023.

Teknologi dan inovasi yang diterapkan kepada peserta pendampingan berupa pelatihan  dari olahan bawang merah, inovasi packaging, dan pemasaran online. Pakaging disediakan dari mulai botol, label, plastic, kardus dan kertas label. Teknologi yang diterapkan adalah penggunaan platform market place  e-commerce. Mitra dibuatkan akun dan diberi penegtahuan untuk mengelola akun.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Tim Peneliti, Jakaba si jamur pembawa beruntung mampu dikembangbiakkan dan dijual bibitnya dengan per botolnya sebesar 15.000 dan dapat dimanfaatkan sebagai POC maupun pestisida pada tanaman. Jakaba merupakan jamur berwarna coklat , hitam, dan ada putih, yang dapat dikembangkan dengan media air leri (bekas cucian beras). JAKABA mengandung   zat   kitin   yang   bermanfaat   untuk   mempercepat pertumbuhan akar, memperbaiki tanah yang rusak dan meningkatkan hasil produksi tanaman .(Faiz/Skr/Sin)

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini