Rabu, 22 Juli 2026

Kinerja Semester I 2026 Menguat, TTL Group Dorong Ekspansi Layanan dan Digitalisasi Kepelabuhanan

Photo Author
Elya Yuddy Irawan, Nawacita Post
- Rabu, 22 Juli 2026 | 14:59 WIB

NAWACITAPOST.COM – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) Group mencatat pertumbuhan kinerja yang signifikan sepanjang Semester I 2026. Total arus peti kemas yang ditangani mencapai 1.474.492 TEUs, naik 13,3 persen dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1.301.402 TEUs.

Peningkatan tersebut menegaskan semakin strategisnya peran TTL Group dalam mendukung konektivitas maritim dan kelancaran distribusi logistik nasional. Pertumbuhan kinerja juga menjadi indikator positif di tengah meningkatnya aktivitas perdagangan dan kebutuhan terhadap layanan kepelabuhanan yang semakin cepat, efisien, serta terintegrasi.

Salah satu pendorong utama pertumbuhan berasal dari meningkatnya arus peti kemas internasional di TPK Teluk Lamong. Hingga Semester I 2026, jumlah kunjungan kapal internasional tercatat mencapai 255 vessel call, meningkat dibandingkan 160 call pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut mencerminkan semakin luasnya jaringan layanan internasional yang dikembangkan TTL Group. Bertambahnya konektivitas pelayaran turut membuka peluang peningkatan arus logistik, memperkuat posisi terminal dalam jaringan perdagangan global, sekaligus memberikan kemudahan dan nilai tambah bagi pengguna jasa.

Sementara itu, TPK Nilam juga menunjukkan performa positif dengan mencatat pertumbuhan throughput sebesar 21,07 persen secara tahunan. Capaian ini tidak terlepas dari penerapan Express Anchorage Zone Service (EAZI), sebuah program yang dikembangkan melalui kolaborasi antara PT Terminal Teluk Lamong dan KSOP Utama Tanjung Perak.

Melalui optimalisasi pengelolaan Zona Labuh 2 Surabaya, program EAZI mampu mendukung peningkatan efisiensi pelayanan kapal. Hal tersebut terlihat dari meningkatnya vessel call TPK Nilam menjadi 399 call pada Semester I 2026, dari sebelumnya 383 call pada periode yang sama tahun 2025.

Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, menyampaikan bahwa pertumbuhan kinerja perusahaan merupakan hasil dari kerja keras seluruh insan TTL Group serta dukungan dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Menurutnya, peningkatan kepercayaan pelanggan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga pertumbuhan perusahaan. TTL Group juga akan terus melakukan penguatan operasional dengan memanfaatkan teknologi dan inovasi digital.

“Pertumbuhan sektor logistik nasional sepanjang Semester I 2026 menjadi katalis positif bagi aktivitas kepelabuhanan. Kami akan terus mengakselerasi transformasi perusahaan melalui pemanfaatan teknologi digital, peningkatan produktivitas operasional, serta penguatan kualitas layanan agar semakin andal, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan pelanggan,” ujar David.

Ia menambahkan, penguatan konektivitas maritim akan terus menjadi bagian penting dari strategi perusahaan dalam mendukung distribusi logistik nasional dan meningkatkan daya saing Indonesia.

Memasuki Semester II 2026, TTL Group menyiapkan sejumlah agenda strategis, mulai dari peningkatan produktivitas, optimalisasi layanan digital, pengembangan jaringan pelayaran hingga perluasan konektivitas maritim.

Program EAZI juga akan terus dikembangkan melalui rencana implementasi di TPK Berlian. Keberhasilan penerapan program tersebut di TPK Nilam menjadi salah satu dasar bagi perusahaan untuk memperluas manfaat EAZI dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas pelayanan kapal.

Dengan capaian positif sepanjang Semester I 2026, PT Terminal Teluk Lamong Group optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir tahun. Penguatan inovasi, digitalisasi, konektivitas, dan efisiensi operasional menjadi fondasi perusahaan untuk terus berkembang sebagai operator terminal peti kemas modern yang mampu mendukung daya saing sektor logistik nasional secara berkelanjutan. (Nns)

Editor: Elya Yuddy Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini