Baca Juga: Pelajar SMA Negeri 2 Maumere Dilarang Ikut Ujian Karena Tunggak Uang Sekolah
"Jadi kami sebelum kenaikan kita hadirkan orang tuanya, memberitahu bahwa poin anaknya sudah sekian jadi mungkin kita memberikan solusi, untuk kemarin kita memberikan solusi agar anaknya tetap naik dan kita merekomendasikan ke beberapa sekolah terdekat," ungkapnya.
Tidak ketinggalan Wakil Kepala (Waka) Hubungan Masyarakat (Humas) Dra. Siti Chotijah ketika diwawancarai mengatakan, kepada siswa yang dimutasi itu justru sekolah atau Kepala Sekolah (Sumidi red) memberikan kesempatan kepada dia untuk bisa melanjutkan meraih cita-citanya.
"Kalau tadi itu kan sudah dikatakan bahwa, poinnya kalau tetap di SMA Negeri 1 Sukomoro jelas sudah tidak bisa naik, sehingga beliau memberikan kesempatan untuk mutasi sehingga dia bisa melanjutkan tanpa harus berhenti di kelas 11 dan Kepala Sekolah juga sudah menginformasikan kepada kita semua para guru, dan juga seluruh karyawan, agar kita skip persoalan ini jangan sampai keluar," kata Siti Chotijah yang biasa disapa Siti kepada wartawan Nawacitapost.com.
Baca Juga: Kantor Imigrasi Jakarta Timur Adakan Sosialisasi Keimigrasian di SMA Negeri 21 Jakarta
Siti menambahkan, sehingga kalau anak ini dalam mencari sekolah, terutama sekolah negeri, sekolah itu tidak akan mengetahui adanya kasus ini, dan kita juga tidak akan memberitahu, jadi kita akan meloloskan di manapun anak mencari sekolah yang baru.
"Dan juga kepada orang tua kami berpesan bahwa, anak tetaplah anak dan tetap harus dibina apapun kelakuan anak itu, karena anak itu punya masa depan yang masih panjang, sehingga kasus ini tidak membunuh karakter anak itu, tetapi bisalah menjadi suatu pembelajaran, siapa tahu ke depan anak ini menjadi anak yang lebih sukses," imbuhnya.
Lanjut Siti, kemudian termasuk siswa-siswi dan orang tua yang masih menjadi bagian daripada SMA Negeri 1 Sukomoro juga ikut serta mengawasi anak-anaknya.
"Salah satunya peran sekolah, kebetulan pada hari ini tadi kita berangkatkan 6 kelas menuju brigif 16 Kediri, dalam rangka membentuk karakter atau mencetak karakter anak yang baik dan mandiri, dan ini kita akan laksanakan selama tiga gelombang yaitu selama 9 hari," ujar Siti.
Siti menjelaskan, satu gelombang itu 3 hari, jadi tadi anak-anak itu diberangkatkan memakai mobilnya tentara dan diantarkan harus diantarkan orang tua, juga ada upacara, dari kepala sekolah melepas dan diterima dari brigif 16 dan anak-anak sungkem kepada orang tua terus berangkat.
"Kemudian 3 hari ke depan anak-anak itu akan pulang dan di bariskan, orang tua akan menjemput, sehingga orang tua akan tahu ada perubahan sikap apa pada anak-anak ini setelah dibawa ke brigif 16 Kediri, sehingga dengan begitu maka saya rasa kepercayaan orang tua dan anak-anak terhadap sekolah kita insya Allah akan bertambah, bahwa kita betul-betul menginginkan yang keluar dari SMA Negeri 1 Sukomoro itu, di samping dia cerdas secara intelektual, dia juga memiliki sikap dan karakter yang luar biasa," paparnya.
Siti menegaskan, karena kedepannya karakter yang dibutuhkan di masyarakat, intelektual itu tidak akan tampak, tapi yang tampak justru adalah karakternya, bagaimana dia bisa mengontrol emosinya, bisa bersosialisasi, mereka menghargai orang lain, dan itu akan menjadi orang-orang yang sukses.
Artikel Terkait
Peringatan Isra Mi'raj, OSIS SMAN 1 Rejoso Nganjuk Adakah 3 Lomba
Penyegaran di SMA Negeri 1 Rejoso, Kepala Dijabat Guru Penggerak Asal Kertosono
Rotasi atau Mutasi Jabatan, Kepala SMA Negeri 1 Rejoso Pindah Jabat di SMA Negeri 1 Gondang
Kemenkumham Riau Pentingnya Melindungi KI, Kepsek SMA Negeri 2 Kota Dumai Apresiasi Program RuKI DJKI Mengajar
Muhamad Zahabi, Putra Mintareja Pelajar SMA N Olahraga SKO Riau Yang Dipanggil PSSI Seleksi Pemain Sepakbola Nasional Usia 16.
Hari Pertama Masuk Kerja, Cabdin Pendidikan Nganjuk Gelar Halal Bihalal
Momentum Hari Raya Idul Fitri, SMA Negeri 3 Nganjuk Gelar Event Silaturahmi dan Halal Bihalal
Pelajar SMA Negeri 2 Maumere Dilarang Ikut Ujian Karena Tunggak Uang Sekolah