Jumat, 5 Juni 2026

Pelajar SMA Negeri 2 Maumere Dilarang Ikut Ujian Karena Tunggak Uang Sekolah

Photo Author
Ade Nawacita, Nawacita Post
- Sabtu, 20 April 2024 | 08:13 WIB
Ilustrasi gerbang sekolah (Foto: dok)
Ilustrasi gerbang sekolah (Foto: dok)

NAWACITAPOST.COM - Kabar mengenai seorang siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang tidak diizinkan mengikuti ujian karena menunggak uang sekolah sebesar Rp 50 ribu, menjadi viral di media sosial.

Insiden ini menghebohkan publik setelah viral di media sosial, khususnya dalam konteks akses pendidikan di Indonesia.

Dalam video yang tersebar luas, seorang siswi bernama Dian dari jurusan IPS terlihat tengah berdiskusi dengan seorang perempuan yang merekam video.

Dian dengan lugas menjelaskan bahwa ia tidak mampu membayar uang sekolah karena orang tuanya belum memiliki uang.

Video yang diunggah lensa berita Jakarta tersebut memperlihatkan momen emosional Dian, yang terlihat kebingungan dan frustasi karena situasi yang dihadapinya.

Baca Juga: Oknum Pengendara Fortuner Mengaku Adik Jenderal TNI, Kini Kenakan Baju Tahanan Pasca Sikap Arogan di Jalan Tol

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud NTT), Ambrosius Kodo, membenarkan kejadian ini. Menurutnya, persoalan tersebut telah ditangani oleh pihak sekolah.

Dian, bersama dengan 24 siswa-siswi lainnya yang juga mengalami tunggakan uang sekolah, akhirnya diizinkan untuk mengikuti ujian setelah permasalahan diselesaikan oleh pihak sekolah.

Insiden ini memunculkan pertanyaan serius terkait akses pendidikan di Indonesia, terutama dalam hal pemenuhan hak-hak dasar siswa untuk mendapatkan pendidikan tanpa diskriminasi.

Meskipun masalah ini telah selesai secara internal di tingkat sekolah, tetapi kesadaran akan pentingnya keadilan dan kesetaraan dalam pendidikan menjadi sorotan utama dalam konteks kejadian ini.

Baca Juga: OPINI: Mungkinkan Gerindra dan PDIP Membangun Kerja Sama?

Publik berharap agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang, serta meminta perhatian serius dari pihak terkait untuk memastikan bahwa semua siswa mendapatkan akses penuh terhadap pendidikan tanpa adanya hambatan finansial atau diskriminasi.

Hal ini menjadi esensi dari upaya mewujudkan pendidikan yang inklusif dan merata bagi seluruh anak Indonesia.

Editor: Ade Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini