Pertama, perhatikan masa subur . Perlu tahu kalau sperma dapat bertahan hidup hingga lima hari di dalam lendir serviks, sedangkan sel telur bisa bertahan sampai 24 jam setelah ovulasi. Hal inilah yang membuat sebagian besar kehamilan terjadi pada pasangan yang berhubungan intim dua hari sebelum ovulasi. Seks untuk merencanakan kehamilan harus memperhatikan waktu yang tepat agar terjadi pembuahan di masa subur. Untuk menghitungnya, kamu bisa menggunakan kalkulator ovulasi.
-
Baca Juga : Polri Gelar Rapid Test Secara Gratis Terhadap Sopir dan Kondektur Bus
Kedua, memilih posisi seks yang tepat. Posisi misionaris atau suami berada di atas memungkinkan sperma dapat cepat berenang menuju saluran tuba setelah ejakulasi. Selain itu, hindari penggunaan pelumas atau pelicin. Sebab, ada komponen dari pelumas yang bisa merusak sperma. Lakukan foreplay untuk bisa menghasilkan pelumas alami. Sebaiknya, setelah berhubungan intim, wanita berbaring selama 10-15 menit ya. Jadi, sebaiknya kosongkan kandung kemih dulu agar setelahnya tidak buru-buru buang air kecil.
-
Ketiga, perhatikan Frekuensi bercinta yang cukup. Jangan hanya bercinta mendekati periode pembuahan saja ya! Sebab menurut beberapa pakar, pada banyak kasus, pembuahan memang tak langsung terjadi. Kalau berusia kurang dari 35 tahun, mencoba hamil selama hingga satu tahun masih merupakan kondisi yang normal. Jadi, berhubungan intim sebanyak dua hingga tiga kali dalam satu minggu sangat disarankan.
-
Keempat, asupan makanan pendukung. Terapkan pola hidup yang sehat, termasuk asupan makanan bergizi yang sangat diperlukan kalau ingin cepat memiliki anak. Selain itu, ada pula jenis-jenis makanan tertentu yang perlu ditambahkan pada piring makanmu dan pasangan. Bagi perempuan, makanan seperti keju, susu, yoghurt, kacang-kacangan dan minyak zaitun mampu meningkatkan kesuburan. Sementara bagi pria, salmon, semangka, tomat, susu rendah lemak bisa menambah jumlah dan kualitas sperma.
-
Kelima, harus bersantai dan jangan stres. Selalu berusahalah agar tetap tenang, rileks, dan menjaga agar tingkat stres tetap berada pada level rendah. Percayalah, hal ini akan membantumu agar cepat hamil. Berdasarkan hasil penelitian, para ahli membuktikan bahwa wanita sehat yang menginginkan kehamilan, kalau berada dalam kondisi stres maka hal tersebut bisa mengurangi peluang untuk hamil meskipun sedang berada pada masa subur.
-
Baca Juga : Presiden Joko Widodo Resmikan Tol Pekanbaru-Dumai Secara Virtual
Keenam, tidak berolahraga berlebihan. Aktivitas olahraga boleh saja dilakukan, bahkan perlu demi kesehatan. Tapi ingat, jangan melakukan olahraga secara berlebihan agar cepat hamil. Sebab, olahraga berlebihan bisa menyebabkan pituaitary atau kelenjar bawah otak tidak menstimulasi sel telur untuk berovulasi. Kalau bisa, kurangi frekuensi olahragamu menjadi tiga kali saja dalam seminggu dan dengan intensitas yang lebih sedikit. Misalnya, kalau selama ini berolahraga selama satu jam, kurangi menjadi 30 menit saja dan lakukan tiga kali seminggu.
-
Baca Juga : Presiden Joko Widodo Resmikan Tol Pekanbaru-Dumai Secara Virtual
Ketuju, cek kesehatan dan imunisasi. Periksakan kesehatanmu dan ambil tes darah untuk mengetahui kemungkinan penyakit yang mengurangi keberhasilan hamil atau berbahaya untuk janin, seperti hepatitis B, HIV, sifilis, dan lain-lain. Pastikan juga kamu mendapatkan imunisasi rubella untuk menghindari risiko infeksi.
-