Kamis, 4 Juni 2026

NGOPI-5 BI Ajak Generasi Muda Terjuni Bisnis Kopi

Photo Author
Admin 1, Nawacita Post
- Kamis, 18 Juni 2020 | 02:23 WIB

Surabaya NAWACITAPOST - Siapa sih yang nggak tahu namanya Kopi, dan hampir semua orang di Indonesia pernah minum kopi. Indonesia dikenal kaya akan citarasa kopi karena hampir disetiap daerah terdapat perkebunan kopi dengan berbagai rasa dan aroma yang khas sesuai karakteristik daerahnya masing-masing.


Banyak yang beranggapan, Kopi adalah minuman anti ngantuk dan saat ini tengah menjamur bisnis Warung kopi mulai dari harga 2000 sampai ratusan ribu secangkirnya. Gak percaya, silahkan buktikan !


Bisnis kopi bukan semata bisnis Food & Beverage saja, namun merupakan bisnis kreatif, dan salah satu bisnis yang paling prospektif, ujar Difi Johansyah Kepala Perwakilan Bank Indonesia wilayah Jawa Timur. Rabu (17/06/20)


Dikatakan dalam acara 'NGOPI BERSAMA BI dengan Tema Bisnis Kopi Tetap Viral di New Normal ', Difi mengharapkan semakin banyak anak muda di Indonesia yang terjun di bisnis ini, baik di sisi hulu sampai hilir, karena potensinya yang besar.


Sebagai narasumber dalam acara tersebut, Co-Founder Kopi Kenangan yang dikenal dengan konsep kopi susu gula aren, James Prananto menyampaikan tipsnya bagaimana kehadiran 350 gerai kopi kenangan dapat terus bertahan hingga saat ini.


Menurutnya, selain faktor penentuan lokasi yang mendekati masyarakat khususnya di commercial areas, Kopi Kenangan juga sangat memperhatikan pemilihan bahan baku yang berkualitas sehingga selalu dicari karena keunggulan produknya. Disamping itu, terdapat pula SOP untuk setiap pembuatan produk, kelengkapan toko hingga pelayanan.


Di saat pandemi seperti ini, kunci untuk menjaring dan mempertahankan pelanggan adalah konsistensi produk dan layanan. Tips tambahan supaya dapat go internasional, tentu saja keunikan produk, khususnya kopi susu gula aren yang merupakan kopi style Indonesia.


Hal berbeda diutarakan oleh Omar Karim, Co Founder Dua Kopi. Dalam bisnis kopinya, Ia mengutamakan fungsi sosial (sociopreneur) untuk dapat membantu banyak unit ekonomi, misalnya petani dan UMKM. Cita-cita untuk membawa kearifan lokal kopi Indonesia ke luar negeri, bukan suatu hal yang dapat dilakukan instan. Omar Karim selalu mengutamakan hospitality versi Dua Kopi yang melayani seperti di rumah sendiri.


Ekspansi Dua Kopi di US bermula dari pameran kopi yang mendapatkan antusiasme dari masyarakat setempat, dan dilanjutkan dengan riset yang komprehensif mengenai lokasi, preferensi customer dan regulasi di US, sehingga akhirnya Dua Kopi dapat membuka cabang di Washington DC, yang direpresentasikan sebagai kedutaan casual untuk memperkenalkan Indonesia dan memberitakan Indonesia pada masyarakat US.


Bisnis kopi, tak lepas dari peran Barista. Ramai tidaknya sebuah warung kopi atau cafe terkadang tergantung dari Baristanya.


Muhammad Aga, Barista Smith Coffee menceritakan bahwa saat ini profesi barista tidak lagi dipandang sebelah mata dan jadi profesi nomor dua. Barista adalah aset dan menjadi frontliner dari setiap warung kopi yang mampu menceritakan mengenai product (story telling), dan tak jarang pula menjadi marketer.


Selain dapat mengolah produk dan mengerti keseluruhan tentang produk kopi (product knowledge), barista juga diharapkan bisa menyapa pelanggan, mendapatkan feedback dan dapat membuat pelanggan bisa kembali lagi. Tantangan selama pandemi covid ini tentunya bagaimana dapat menjual produk dan menyampaikan knowledge kopi sampai ke customer.


Meski acara digelar melalui teleconfence, namun Bank Indonesia tetap menyajikannya dengan baik. Dan yang special dari acara NGOPI kali ini adalah demo membuat kopi ala café secara mudah yang dapat dibuat sendiri di rumah ternyata sangat mudah dan simple. (BNW)

Editor: Admin 1

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini