"Jangan sampai ada pembiaran lagi. Jangan sampai ada perlindungan terhadap pelaku hanya karena jabatan. Kami putra Angkola Selatan menuntut keadilan. Polres Tapsel harus buktikan kehadirannya melindungi rakyat, bukan melindungi kesalahan," pungkas AG menutup pernyataannya dengan dramatis.
Sampai berita ini diturunkan, atmosfer ketegangan masih terasa. Belum ada respons ataupun klarifikasi resmi yang dikeluarkan oleh pihak Polres Tapsel maupun manajemen SMA Negeri 1 Angkola Selatan. Publik kini menahan napas, menunggu apakah hukum akan segera bergerak menyeret para pelaku, ataukah keheningan tujuh bulan ini akan terus berlanjut.(Lesmanan.H)
Artikel Terkait
Jerit Tangis Orang Tua Siswi SMA di Tapsel, Desak Kapolres Buru Dua Pelaku Pencabulan yang Buron!
Dugaan Korupsi Dana Bencana Ratusan Miliar di Padangsidimpuan, Nama Korban Tewas "Dihapus" Demi Uang!
Miliaran Rupiah Hak Anak Sekolah Diduga Ditelan ‘Gurita’ Korupsi, APH Diminta Seret Pelaku!
Jeritan Keadilan Buruh Kecil: PT ANJ Agri Siais Diduga Pecat Sepihak Hingga Kerahkan Intimidasi Oknum Sekuriti!
Genjot Infrastruktur Hingga Tertibkan Lapak Kurban, Ini 4 Poin Penting Arahan Plh Wali Kota Bekasi!