NAWACITAPOST.COM — Tabir misteri yang menyelimuti Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara akhirnya meledak ke permukaan. Setelah tujuh bulan lamanya sebuah kasus besar diduga sengaja "dikubur hidup-hidup" dalam senyap, gelombang perlawanan dari masyarakat lokal mulai tak terbendung.
Hari ini, seorang putra daerah asli Angkola Selatan berinisial AG, mendobrak tembok kebungkaman tersebut. Dengan nada bicara yang bergetar menahan amarah dan kekecewaan mendalam, AG melayangkan desakan keras dan tuntutan darurat kepada Kepolisian Resor Tapanuli Selatan (Polres Tapsel): Tangkap pelaku utama, dan bongkar dugaan keterlibatan oknum guru di balik skandal ini!
"Kami Tahu, Kami Dengar, Kami Merasakan Ada yang Busuk!"
Bagi AG, diam di tengah ketidakadilan yang merusak masa depan generasi muda dan mencoreng dunia pendidikan daerahnya adalah sebuah kejahatan tersendiri. Kepada Nawacitapost.com, Selasa (27/5/2026), AG membongkar apa yang ia sebut sebagai "upaya sistematis" untuk melindungi kesalahan.
"Sebagai putra daerah, saya tidak bisa diam melihat ini terjadi! Sudah 7 bulan masalah ini disembunyikan, dibungkam, dan seolah tidak ada apa-apa. Tapi kami tahu, kami dengar, dan kami rasakan ada yang tidak beres di SMAN 1 Angkola Selatan. Ada pihak yang sengaja menutupi kebenaran, ada yang berusaha melindungi kesalahan, dan ini sangat merugikan siswa, orang tua, serta nama baik daerah kami," tegas AG dengan nada menghunjam.
AG menilai, pola penanganan kasus yang berbelit-belit, tameng kalimat "sesuai prosedur" yang kerap dijadikan alasan, hingga sikap menutup diri dari pihak sekolah bukan lagi sekadar kelalaian administrasi. Ini adalah bukti kuat adanya konspirasi bungkam yang terstruktur demi menyelamatkan pihak-pihak tertentu.
Sorotan Paling Tajam: Indikasi Keterlibatan "Orang Dalam"
Poin paling krusial dan mengejutkan dari pernyataan AG adalah bidikannya yang langsung mengarah pada internal sekolah. Ada aroma keterlibatan oknum pendidik yang seharusnya menjadi pelindung, namun justru diduga kuat menjadi bagian dari masalah—atau bahkan sutradara di balik layar.
"Kami mendengar banyak laporan, ada indikasi kuat bahwa di balik semua ini ada oknum guru yang terlibat. Entah itu terlibat langsung dalam masalah pokoknya, atau terlibat dalam kerja sama membungkam informasi agar kasus ini tidak terungkap ke publik," ungkap AG tanpa ragu.
Baca Juga: Siaga Satu Generasi! Gempuran Narkoba Diadang Sinergi Total Pemkab Siak dan LAN
"Jangan ada yang dikecualikan hanya karena jabatan atau profesi. Kalau terbukti bersalah atau terlibat, harus bertanggung jawab seberat-beratnya," ujarnya.
Tiga Tuntutan Mutlak Putra Angkola Selatan kepada Polres Tapsel
Demi memecah kebuntuan yang sudah berlarut-larut selama lebih dari setengah tahun, AG merumuskan tiga maklumat tegas yang kini berada di meja penyidik Polres Tapsel:
- Sikat Semua Pelaku: Segera mengamankan dan menangkap siapa pun yang menjadi pelaku utama maupun pelaku pembantu dalam masalah yang disembunyikan selama 7 bulan itu, tanpa pandang bulu.
- Investigasi Khusus Oknum Guru: Membuka penyelidikan khusus untuk menelusuri seberapa jauh peran, keterlibatan, dan konspirasi para oknum guru dalam upaya menutup-nutupi kasus ini dari publik.
- Transparansi Total: Mendesak kepolisian bekerja secara terbuka dan memberikan laporan berkala kepada masyarakat. Publik ingin melihat hukum benar-benar bertaji, bukan sekadar berputar di tempat.
Ujian Nyata Bagi Penegak Hukum
Kasus ini kini bukan lagi sekadar konflik internal sekolah biasa, melainkan telah bergeser menjadi ujian atas tingkat kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum dan sistem pendidikan di Tapanuli Selatan.
AG bersama elemen masyarakat lainnya menegaskan bahwa mereka akan mengawal kasus ini sampai titik darah penghabisan. Barikade kebungkaman ini harus dihancurkan.
Artikel Terkait
Jerit Tangis Orang Tua Siswi SMA di Tapsel, Desak Kapolres Buru Dua Pelaku Pencabulan yang Buron!
Dugaan Korupsi Dana Bencana Ratusan Miliar di Padangsidimpuan, Nama Korban Tewas "Dihapus" Demi Uang!
Miliaran Rupiah Hak Anak Sekolah Diduga Ditelan ‘Gurita’ Korupsi, APH Diminta Seret Pelaku!
Jeritan Keadilan Buruh Kecil: PT ANJ Agri Siais Diduga Pecat Sepihak Hingga Kerahkan Intimidasi Oknum Sekuriti!
Genjot Infrastruktur Hingga Tertibkan Lapak Kurban, Ini 4 Poin Penting Arahan Plh Wali Kota Bekasi!