Minggu, 19 Juli 2026

Dugaan Setoran Honor di SMPN 1 Purwoasri Kediri Hingga Saat Ini Masih Jadi Perbincangan

Photo Author
Tiarsin Nawacita, Nawacita Post
- Kamis, 26 Februari 2026 | 18:35 WIB
Ilustrasi setoran honorer di SMPN 1 Purwoasri Kediri  (Ai)
Ilustrasi setoran honorer di SMPN 1 Purwoasri Kediri (Ai)

Baca Juga: Dugaan Pemotongan Honor di SMPN 1 Purwoasri Mencuat, KS Berkelit dan Tolak Hadirkan Bendahara

“Bendahara itu bawahan saya. Kalau ada kesalahan, pembinaannya di saya,” katanya.

Honorer Dipanggil Usai Wartawan Datang

Situasi makin memanas setelah terungkap fakta bahwa kepala sekolah memanggil para tenaga honorer tak lama setelah awak media meninggalkan sekolah. Pemanggilan tersebut dilakukan pada hari yang sama.

“Tenaga honorer dipanggil oleh kepala sekolah,” ungkap Bang Satria.

Ia mengaku dalam pertemuan tersebut kepala sekolah mempertanyakan bagaimana informasi dugaan setoran bisa diketahui wartawan, serta menyinggung kemungkinan adanya pihak yang membocorkan informasi.

Saat dikonfirmasi terpisah, Puguh tidak membantah adanya pemanggilan, namun berdalih pertemuan itu hanya sebatas klarifikasi.

“Saya memanggil untuk klarifikasi apakah itu yang ditanyakan wartawan,” katanya melalui sambungan telepon, pada Jum'at (13/2/2026).

Baca Juga: Setelah Mengikuti Kegiatan MPLS Selama 4 Hari, Berikut Ini Perkembangan Siswa SMA Negeri 1 Purwoasri

Dalih Pinjaman BOS Picu Kejanggalan Baru

Dalam penjelasan berikutnya, Puguh menyampaikan dalih baru. Ia menyebut uang Rp300.000 yang dibayarkan honorer bukan potongan gaji, melainkan pengembalian pinjaman karena dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) belum cair pada Januari.

“Itu pengembalian sebagian utang. Karena BOS belum cair, belum ada gajian,” ujarnya.

Namun penjelasan ini kembali memunculkan kejanggalan. Saat ditanya kepada siapa honorer berutang, Puguh menyebut bisa kepada kepala sekolah, koperasi sekolah, atau sumber lain. Ia juga mengaku tidak mengetahui mengapa nominal yang dikembalikan seluruh honorer sama persis.

“Kalau itu urusannya saya tidak tahu,” katanya.

Disdik Janji Turun, Hasil Masih Misteri

Kasus ini akhirnya menyeret perhatian Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri. Kepala Dinas Pendidikan, Mokhamad Muhsin, menyatakan akan menurunkan tim untuk melakukan pengecekan langsung ke sekolah.

Baca Juga: Peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI, Salah Satu Desa di Purwoasri Kediri Gelar Lomba-lomba

“Hari ini tim dari Disdik akan mengecek ke lokasi,” tulisnya melalui pesan WhatsApp, pada Jum'at (14/2/2026).

Halaman:

Editor: Tiarsin Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini