Sabtu, 13 Juni 2026

Berawal dari Monev Pemenuhan Pagu SPMB, Cabdindik Kediri Temukan Wali Murid Diduga Tertipu

Photo Author
Tiarsin Nawacita, Nawacita Post
- Selasa, 29 Juli 2025 | 23:39 WIB
Ilustrasi jual beli bangku sekolah  (Sakera Nawacita)
Ilustrasi jual beli bangku sekolah (Sakera Nawacita)

NAWACITAPOST.COM — berawal dari Monitoring Evaluasi (Monev) pemenuhan pagu Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025-2026, Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) wilayah Kediri, menemukan wali murid yang diduga tertipu, oknum tidak bertanggung jawab. 

Berdasarkan informasi yang diterima wartawan Nawacitapost.com, oknum sebut saja Bang Satria (bukan nama sebenarnya) ini menjanjikan bisa memasukkan calon siswa ke sekolah yang diinginkan saat prosesi SPMB, terutama di Sekolah Menengah Atas (SMA) favorit yang berlokasi di Kota Kediri.

Menurut korban sebut saja Rohman (bukan nama sebenarnya), berawal dari anaknya yang bertemu teman sekolah sebangku di Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang mengaku diloloskan oleh Bang Satria masuk ke SMA Negeri favorit yang ada di Kota Kediri.

Baca Juga: Beredar Berita Dugaan Pungli di SMA/SMK Negeri Kediri, Cabdin Pendidikan Buka Suara

"Oknum itu awalnya meminta kami untuk menyerahkan uang senilai Rp25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah), namun dikarenakan kami tidak mampu, kami akhirnya menawar, yang pada akhirnya kami dikenakan uang senilai Rp15.000.000 (lima belas juta rupiah)," kata Rohman di kantor Cabdindik wilayah Kediri, Jawa Timur, pada Rabu (16/7/2025).

Dia menambahkan bahwa setelah menyerahkan uang tersebut beserta PIN pendaftaran, anaknya juga tak kunjung diterima atau belum lolos masuk ke SMA Negeri favorit di Kota Kediri. 

"Kami itu sempat bertanya melalui chat WhatsApp, namun Bang Satria menyuruh kami untuk bersabar dan menunggu, yang pada akhirnya sampai sekarang anak kami tidak lolos masuk ke SMA Negeri favorit Kota Kediri," imbuhnya.

Dari kejadian tersebut sehingga Adi Prayitno Kepala Cabdindik wilayah Kediri mengambil sikap untuk menyelesaikan persoalan tersebut dikarenakan juga mencatut dunia pendidikan.

Baca Juga: Kacabdin Pendidikan Wilayah Nganjuk Purna Tugas, Cabdin Pendidikan Lakukan Sertijab

"Jadi berawal dari kami melakukan monev SPMB tahap 1 sampai 4, serta pemenuhan pagu, hingga pendaftaran ulang, ternyata masih ada sejumlah sekolah yang belum terpenuhi pagunya, bahkan SMA Negeri 1 Ngadiluwih itu sampai saat ini masih kurang," kata Adi Prayitno, di ruang kerjanya, pada Rabu (16/7/2025).

Adi Prayitno Kepala Cabdin Pendidikan wilayah Kediri, ketika diwawancarai wartawan Nawacitapost.com (Sakera Nawacita)

Adi menyebutkan selain SMA Negeri 1 Ngadiluwih, masih ada lagi sejumlah sekolah yang belum terpenuhi pagunya, antara lain SMA Negeri 1 Papar dan yang lainnya. Sementara saat ini sudah masuk pada tahapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

"Sedangkan anak-anak masyarakat Kediri Raya saat ini masih ada yang belum mendapatkan sekolahan, baik negeri maupun swasta. Di situlah kami hadir untuk masyarakat Kediri Raya, untuk memberikan solusi, sehingga anak-anaknya bisa sekolah," ujar mantan Kacabdin Bojonegoro ini.

Baca Juga: Cabdin Pendidikan Nganjuk Serahkan Penghargaan Kejuaraan 5 Lomba, Ini Pesan Kepada Siswa - Siswi

Halaman:

Editor: Tiarsin Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini