Baca Juga: KPH Nganjuk Sempat Minta Takedown Berita, Doktor Prayogo Laksono Buka Suara
BPP Gondang mengaku mengetahui adanya kesepakatan harga tersebut karena diberi tahu oleh Poktan dan KTNA. Namun alih-alih melakukan koreksi atau penertiban, BPP justru mengambil posisi aman.
“Mereka menyampaikan ke BPP, tapi kalau masalah itu urusannya panjenengan,” kata Didik.
Sikap ini dinilai sebagai bentuk penghindaran tanggung jawab, bahkan terkesan melempar beban pengawasan kepada pihak lain.
Didik juga mengakui sempat menegur salah satu pihak pengecer setelah ada laporan harga melebihi HET. Namun teguran itu pun terdengar setengah hati.
Baca Juga: Diduga Dijual Diatas HET, Harga Pupuk Subsidi di Gondang Nganjuk Capai Harga Rp200.000
“Kalau dihubungi media, itu risikonya sampeyan,” ucapnya kepada pihak terkait.
Pernyataan tersebut seakan menegaskan bahwa persoalan pupuk subsidi bukan lagi soal aturan dan pengawasan, melainkan soal siapa berani menanggung risiko sorotan publik.
Ikuti dan dapatkan berita terupdate dari Sakera Kakanper PT Media Nawacita Indonesia (MNI) Nganjuk dan Kediri, Jawa Timur, langsung dari ponselmu, pada situs berita www.nawacitapost.com, melalui aplikasi Facebook, silahkan klik disini, dan disini, juga melalui aplikasi Twitter atau X, silahkan klik disini, pastikan dua aplikasi tersebut sudah terinstall pada ponselmu
Artikel Terkait
Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk Raih Peringkat Pertama Kompetisi Berakhlak Tahun 2025
Kepala KP2KP Nganjuk Diduga Berbohong, Janji Akan Berikan Notulen Rapat Namun Tak Ditepati
Miris!! Hasil Pesanggem Lebih Kecil Dibandingkan Setoran ke Perum Perhutani KPH Nganjuk
Setoran Dana Sharing Pesanggem Lebih Besar Dibanding Hasil, KPH Nganjuk: Kami Bekerja Sama Dengan LMDH
Dinilai Memuat Unsur Negatif, KPH Nganjuk Sempat Minta Takedown Berita