Sejak pagi, tim SAR menyisir setiap jengkal kawasan pantai berpasir putih. Satu per satu hewan berwarna biru itu dikumpulkan, lalu dikubur di pasir.
"Ubur-ubur mulai meningkat sejak beberapa hari terakhir, kondisi seperti ini karena air laut sudah mulai dingin," kata Koordinator SAR Satlinmas Korwil II Gunungkidul Marjono, Minggu (6/6/2019).
Potensi ubur-ubur hampir merata di kawasan pantai selatan, kecuali Pantai Baron. Sebab, di kawasan Pantai Baron, terdapat muara aliran sungai air tawar. Siklus munculnya ubur-ubur atau oleh masyarakat setempat disebut impes, yaitu saat air laut mulai dingin.
Menjelang Juli dan Agustus, Ubur-ubur yang biasa muncul merupakan binatang laut yang tergolong ke dalam kelas Scyphozoa. Tubuhnya yang berbentuk payung berumbai bisa menyebabkan gatal di kulit jika tersentuh. Jika tidak kuat, bahkan bisa menyebabkan sesak nafas.
-