nasional

BSI Agen Tumbuh Pesat, Transaksi Syariah Capai Rp31 Triliun

Kamis, 8 Agustus 2024 | 16:08 WIB
Jumlah BSI Agen telah mencapai 103.614 agen. (Humas)

NAWACITAPOST.COM - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan inklusi serta literasi perbankan dan keuangan syariah melalui layanan agen laku pandai yang tersebar hingga pelosok negeri.

Hingga Juli 2024, jumlah BSI Agen telah mencapai 103.614 agen yang tersebar dari Aceh hingga Papua, dengan volume transaksi yang mencapai sekitar 15.000 transaksi senilai Rp31 triliun.

Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna, menyatakan bahwa kehadiran BSI Agen semakin memperkuat layanan dan meningkatkan inklusi perbankan syariah di seluruh Indonesia.

"Menjamurnya agen laku pandai ini membuktikan bahwa minat masyarakat untuk bertransaksi keuangan syariah meningkat, yang berdampak positif dalam menciptakan lapangan kerja baru melalui profesi BSI Agen," ujarnya, Kamis (8/8/2024).

Baca Juga: Menlu Retno: ASEAN Pilar Stabilitas di Tengah Ketidakpastian Global

BSI berharap dengan adanya BSI Agen, ekosistem syariah dapat tumbuh dan memberikan dampak positif baik secara sosial maupun ekonomi bagi masyarakat di masa mendatang.

"Melalui BSI Agen, kami terus berupaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah ke seluruh Indonesia," tambah Anton.

Anton juga berharap bahwa tingginya volume transaksi ini akan dapat menggerakkan ekonomi masyarakat hingga ke akar rumput, terutama di tengah kondisi ekonomi yang dinamis. Hampir 60% BSI Agen tersebar di Provinsi Aceh, sementara sisanya berada di Pulau Jawa.

Mayoritas BSI Agen adalah toko sembako dan toko pulsa, yang menunjukkan bahwa peran BSI Agen dapat diadopsi oleh berbagai kalangan masyarakat. "Kami memiliki standar dan memberikan pembekalan ilmu yang cukup kepada calon agen agar sesuai dengan standar layanan perseroan," jelas Anton.

Baca Juga: Survei Pilgub NTT 2024: Melki Laka Lena dan Ansy Lema Bersaing Ketat

Agen laku pandai adalah program yang dicanangkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menyediakan layanan perbankan atau keuangan lainnya melalui kerja sama antara bank dan pihak lain (agen bank).

Program ini didukung oleh penggunaan teknologi informasi dan bertujuan untuk mendukung terwujudnya inklusi keuangan, sesuai dengan aspirasi pemerintah Indonesia melalui Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) yang dicanangkan pada Juni 2012.

Untuk tahun ini, BSI menargetkan wilayah-wilayah potensial dalam penyebaran layanan BSI Agen. Salah satu caranya adalah dengan melakukan pembinaan terhadap UMKM potensial, warung kelontong, hingga komunitas atau ekosistem halal.

Dengan cara ini, optimalisasi layanan untuk meningkatkan inklusi perbankan dan keuangan syariah dapat dijaga, terutama di desa dan wilayah di luar jangkauan kantor cabang.

Halaman:

Tags

Terkini