NAWACITAPOST.COM - Svadyaya Riset Nusantara telah merilis hasil survei terkait Pemilihan Gubernur (Pilgub) untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun 2024.
Survei ini menjadi sorotan mengingat Pilgub NTT akan berlangsung tanpa petahana, Victor Laiskodat, yang telah berhasil terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2024-2029.
Dua kandidat utama, Melki Laka Lena dan Ansy Lema, muncul sebagai pesaing terkuat berdasarkan hasil survei. Melki Laka Lena unggul tipis dengan elektabilitas 27,45%, diikuti oleh Ansy Lema dengan 25,15%.
Selain dua nama teratas, survei juga menunjukkan elektabilitas kandidat lainnya Benny K. Harman (22,25%), Fransiskus Xaverius Lara Aba (10,15%), Simon Petrus Kamlasi (7,71%), Julie Laiskodat (5,15%), dan Johni Asadoma (0,05%).
Menariknya, persentase pemilih yang belum menentukan pilihan atau swing voters relatif kecil, hanya 1,90%, dengan 0,10% responden yang menyatakan golput.
Direktur Svadhyaya Riset Nusantara, Gery Gugustomo, menyatakan bahwa nama-nama populer seperti Melki Laka Lena dan Ansy Lema masih mendominasi di kalangan responden.
"Nama-nama baru seperti Fransiskus Xaverius Lara Aba dan Simon Petrus Kamlasi juga berhasil masuk lima besar top of mind responden," jelas Gery dalam rilis survei yang diadakan di Jakarta, Kamis (8/8/2024).
Dalam simulasi top of mind yang melibatkan empat kandidat, Melki Laka Lena dan Ansy Lema tetap menduduki posisi teratas meski berada pada kelompok simulasi yang berbeda.
Baca Juga: Bank Muamalat Gelontorkan Rp 2 Triliun untuk Amal Usaha Muhammadiyah
Melki Laka Lena memperoleh 28,98% elektabilitas, bersaing dengan Simon Petrus Kamlasi (25,26%), Johni Asadoma (16,98%), dan Fransiskus Xaverius Lara Aba (12,67%).
Di sisi lain, Ansy Lema meraih 27,25% elektabilitas, bersaing dengan Benny K Harman (25,38%), Fransiskus Xaverius Lara Aba (17,25%), dan Julie Laiskodat (15,55%).
Pada simulasi tanpa Melki Laka Lena dan Ansy Lema, Fransiskus Xaverius Lara Aba mencuat sebagai nama teratas dengan elektabilitas 36,81%, diikuti oleh Emelia Julia Nomleni (28,97%), Orias Petruk Moedak (11,27%), dan Fransiscus Go (8,60%).
Fransiskus Xaverius Lara Aba, meskipun potensial, mengalami tantangan dalam mendapatkan dukungan dari partai politik. "Hasil analisis tabulasi silang menunjukkan bahwa Frans Aba sebenarnya memiliki potensi untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitasnya, namun kurangnya dukungan dari parpol di awal membuatnya sulit untuk maju," ujar Gery.
Artikel Terkait
Mengenal Kampung Adat Ruteng Pu'u: Jejak Ganjar Pranowo di Manggarai, NTT
Survei Kompas: Ahok dan Anies Berebut Suara Pemilih Jakarta 2024
Survei: Ahok Melejit di Urutan Kedua Calon Gubernur Jakarta, Kalahkan Ridwan Kamil
7 Gunung Unik di NTT, dari Berjenis Kelamin hingga Legenda Cinta Segitiga
Survei: Sosok Ini Jadi Penantang Terberat Anies Baswedan di Pilkada Jakarta 2024