Baca Juga: Omzet Turun 50 Persen Akibat Oknum Ormas Parkir, Netizen: Lawan Sampai Titik Darah Penghabisan!
Sebanyak 56,45% responden menyatakan kemungkinan untuk mengubah pilihan mereka, sementara 40,40% sudah merasa mantap. Alasan utama responden yang masih mempertimbangkan perubahan adalah menunggu visi dan misi yang jelas dari para kandidat (35,99%), dan 15,55% menyatakan akan mengubah pilihan jika ada kandidat yang lebih baik.
Mayoritas responden masih memiliki kepercayaan terhadap penyelenggara pemilu seperti KPU Provinsi NTT (43,59%), Bawaslu Provinsi NTT (45,89%), DKPP (46,08%), dan Mahkamah Konstitusi (43,50%). Namun, masih ada responden yang ragu-ragu atau memiliki persepsi negatif terhadap instansi-instansi tersebut.
Kepercayaan terhadap netralitas TNI dan Polri juga perlu mendapat perhatian khusus. Sebanyak 35,56% responden percaya dengan netralitas TNI dan 34,32% percaya dengan netralitas Polri. Namun, terdapat 25,14% responden yang tidak percaya dengan netralitas TNI dan 26,67% yang tidak percaya dengan netralitas Polri.
Survei Svadhyaya Riset Nusantara dilakukan pada 18-28 Juli 2024 di dua daerah pemilihan (Dapil) yang terdiri atas 22 kota/kabupaten secara proporsional berdasarkan data jumlah populasi pemilih terakhir.
Baca Juga: Eksploitasi Seksual Anak yang Menghasilkan Keuntungan Rp2.403 Triliun
Dengan jumlah sampel 1.046 responden dan margin of error ±3.5% pada tingkat kepercayaan 95%, survei ini memberikan gambaran yang jelas tentang dinamika Pilgub NTT 2024.
Artikel Terkait
Mengenal Kampung Adat Ruteng Pu'u: Jejak Ganjar Pranowo di Manggarai, NTT
Survei Kompas: Ahok dan Anies Berebut Suara Pemilih Jakarta 2024
Survei: Ahok Melejit di Urutan Kedua Calon Gubernur Jakarta, Kalahkan Ridwan Kamil
7 Gunung Unik di NTT, dari Berjenis Kelamin hingga Legenda Cinta Segitiga
Survei: Sosok Ini Jadi Penantang Terberat Anies Baswedan di Pilkada Jakarta 2024