NAWACITAPOST.COM – Sebuah curhatan anonim di akun Facebook Info Cegatan Jogja (ICJ) menjadi viral setelah seorang penjual mie ayam ndeso mengungkapkan kesulitan yang dihadapinya.
Dalam postingan tersebut, penjual yang telah berjualan lebih dari 20 tahun ini mengeluhkan turunnya omset hingga 50% akibat kehadiran ormas yang memaksa memarkirkan area warungnya.
Menurut penjual, dulu rata-rata ia bisa menjual 200-300 porsi setiap hari. Namun, sejak ormas tersebut mengambil alih parkir, penjualannya hanya mencapai 100 porsi per hari.
"Padahal tanpa diparkiri tidak menganggu jalan, karena saya sudah menyewa untuk tempat parkir sendiri," tulisnya.
Baca Juga: Tanggapan Roy Suryo Terkait Kasus Video Syur Audrey Davis
Penjual tersebut mengaku telah mencoba berbagai solusi, termasuk menawarkan gaji sebesar Rp 2 juta per bulan untuk tukang parkir, tetapi ditolak dengan alasan mereka harus menyetor ke atasan dan kas kampung. "Padahal saya juga tiap bulan sudah masukin kas buat kampung," tambahnya.
Curhatan ini menarik perhatian netizen dan telah ditanggapi oleh 2,5 ribu komentar. Berbagai saran dan dukungan pun diberikan oleh warga Jogja yang prihatin terhadap kondisi tersebut. Salah satunya, Rony Rafael, yang turut memberikan komentarnya.
"Jujur nggih mas, saya kalau makan terus ada tukang parkirnya mending cari yang lain. Sepertinya yang lain juga berpikiran seperti itu sampai omsetnya turun."
Sementara itu, Teguh Suprayogi memberikan tiga solusi, pertama minta tolong prajurit TNI, pendekar atau atlet MMA untuk menasihati atau mengusir tukang parkir, jangan sampai kembali lagi parkir.
Baca Juga: Inspirasi Nama Bayi Perempuan Nia Beserta Maknanya
Kedua, kalau terpaksa ada parkir, tarif 1000 saja. Pasang spanduk yang besar tarifnya dan pembeli bisa menolak jika tarif lebih dari 1000.
"Lawan ormas sampai titik darah penghabisan, lewat jalur hukum atau pakai segala cara agar mereka berhenti narik parkir," kata dia.
Setelah mendapatkan banyak saran, penjual mie ayam ini memutuskan untuk melaporkan masalah ini ke Polsek dan Koramil setempat agar dibantu oleh Babinsa.
"Kalau besok saya tidak menemukan titik terang, saya akan membuat postingan ulang disertai alamat lengkap, foto, dan video. Semoga masyarakat Jogja ada yang bisa membantu saya. Terima kasih banyak atas masukan dari teman-teman semuanya," tulisnya menutup curhatan tersebut.
Artikel Terkait
3 Kuliner Legendaris di Jalur Sumbu Filosofi Yogyakarta
Penitipan Barang di Stasiun Tugu Yogyakarta Jadi Solusi Wisata Tanpa Beban
Haul Abah Guru Sekumpul ke 19, Rupbasan Banjarmasin Sediakan Warung dan Parkir Gratis Bagi Jamaah Haul
Damri Layani 5 Rute Wisata Unggulan di Yogyakarta
Bos Jababeka Usulkan IKN Lebih Baik Dibangun di Cikarang atau Yogyakarta, Ini Alasannya!