NAWACITAPOST.COM - Dalam kontestasi politik yang semakin memanas jelang Pilkada Jakarta 2024, Ridwan Kamil, mantan Gubernur Jawa Barat, muncul sebagai salah satu penantang terkuat bagi Anies Baswedan. Hasil survei terbaru dari Indikator Politik Indonesia menunjukkan bahwa Ridwan Kamil, atau yang akrab disapa Emil, memiliki potensi besar untuk menjadi lawan kompetitif dalam perebutan kursi gubernur DKI Jakarta periode 2024-2029.
Survei yang dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia terhadap ratusan responden mengungkapkan bahwa Emil dianggap lebih kompeten dibandingkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam menghadapi Anies. Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menjelaskan bahwa Emil mampu menarik dukungan dari basis pemilih lainnya, termasuk pendukung Ahok.
Ini berarti bahwa perpindahan suara dari pendukung Ahok dapat mendongkrak elektabilitas Emil secara signifikan. "Jika Ahok tidak masuk dalam simulasi dan Pilkada Jakarta hanya mempertemukan Anies dengan Ridwan Kamil, basis pendukung Ahok cenderung beralih ke Ridwan Kamil," jelas Burhanuddin, dikutip Kamis (25/7/2024).
Survei tersebut menunjukkan bahwa dalam simulasi tiga nama, elektabilitas Ridwan Kamil berada di angka 18,9 persen, Ahok 32,1 persen, dan Anies 43,8 persen. Namun, jika simulasi hanya menyertakan dua nama, yakni Anies dan Emil, elektabilitas Ridwan Kamil naik menjadi 38,8 persen sementara Anies berada di angka 50,1 persen.
Baca Juga: Ketua KPU Kota Bekasi Ali Syaifa Beberkan Strategi dan Persiapan Pilkada Kota Bekasi 2024
"Jika bertanding melawan Anies dan Ahok, suara Ridwan Kamil diprediksi tak sampai 20 persen. Namun, jika dipertemukan dengan Anies saja, suara Emil berpotensi langsung melonjak," ujar Burhanuddin.
Ahok, yang pernah tersandung kasus penistaan agama, dinilai sulit untuk meningkatkan elektabilitasnya secara signifikan. Kelompok muslim di Jakarta cenderung memberikan dukungan kepada Anies jika harus memilih antara Anies dan Ahok. Hal ini disebabkan oleh riwayat kejadian pada tahun 2016-2017 yang masih membekas di benak pemilih.
Dalam situasi di mana Anies melawan Ahok, suara Ahok hanya meningkat 10 persen dibandingkan dengan simulasi tiga nama. Ini menunjukkan bahwa Ridwan Kamil adalah sosok yang mampu menyerap suara dari tokoh lain.
"Jawabannya karena Ahok punya riwayat terkait kejadian 2016-2017 dan itu yang membuat suara Ahok flat dan tidak mampu menarik basis pemilih muslim atau konservatif di Jakarta,” kata Burhanuddin.
Baca Juga: Mengenal Santun Maspari Siregar, Direktur Badan Usaha Ditjen AHU Kemenkum HAM
Hasil Survei Berdasarkan Berbagai Simulasi
Berikut adalah beberapa hasil survei berdasarkan berbagai simulasi yang dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia:
Simulasi terbuka (top of mind):
- Anies Baswedan: 39,7 persen
- Ahok: 23,8 persen
- Ridwan Kamil: 16,1 persen
Simulasi semi terbuka (40 nama):
- Anies Baswedan: 41,7 persen
- Ahok: 27 persen
- Ridwan Kamil: 15,4 persen
Simulasi 16 nama:
Artikel Terkait
Eki Pitung: Anies Bukan Pilihan Ideal untuk Gubernur Jakarta
Duet Anies dan Andika Perkasa, Apakah Akan Menarik Hati Pemilih Jakarta?
Survei Kompas: Ahok dan Anies Berebut Suara Pemilih Jakarta 2024
Ray Rangkuti Prediksi PDIP dan Gerindra Bersatu Lawan Anies di Pilkada Jakarta 2024
Relawan temAndika Deklarasikan Dukungan untuk Andika Perkasa di Pilgub Jakarta 2024