Kamis, 4 Juni 2026

Bank Muamalat Gelontorkan Rp 2 Triliun untuk Amal Usaha Muhammadiyah

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Kamis, 8 Agustus 2024 | 11:44 WIB
Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah.  (X)
Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah. (X)

NAWACITAPOST.COM - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mengumumkan rencana untuk menyalurkan pembiayaan senilai Rp 2 triliun kepada Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.

Dana ini akan digunakan untuk mengembangkan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), termasuk rumah sakit, perguruan tinggi, pondok pesantren, dan masjid.

Selain itu, Bank Muamalat dan Muhammadiyah juga sepakat untuk memanfaatkan layanan perbankan dan program CSR Bank Muamalat guna mendukung pengembangan cabang, ranting, dan masjid yang dikelola oleh Muhammadiyah.

Direktur Bank Muamalat, Karno, menegaskan bahwa Muhammadiyah adalah mitra strategis dan loyal bagi Bank Muamalat. "Insya Allah, kolaborasi dengan Muhammadiyah akan semakin erat dan lebih luas lagi ke depannya,” ujarnya dalam keterangan resmi pada Kamis (8/8/2024).

Baca Juga: Omzet Turun 50 Persen Akibat Oknum Ormas Parkir, Netizen: Lawan Sampai Titik Darah Penghabisan!

Salah satu fokus utama dari kerja sama ini adalah mendukung pengurus masjid dalam memahami dan menggunakan layanan perbankan syariah. Untuk itu, Bank Muamalat akan menyediakan aplikasi khusus untuk masjid, yang akan membantu proses digitalisasi pengelolaan keuangan masjid.

Bank Muamalat juga akan mengimplementasikan Quick Response Code Indonesia Standar (QRIS) di lingkungan masjid Muhammadiyah. Hal ini bertujuan untuk memudahkan transaksi keuangan, seperti pembayaran donasi dan Zakat, Infaq, Shodaqah, serta Wakaf (Ziswaf) secara digital.

Dengan adanya layanan penyimpanan dan pengelolaan dana yang lebih efektif dan efisien, diharapkan dana tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kemaslahatan umat.

Aspek kerja sama lainnya adalah pengelolaan keuangan dan program agregator haji. Bank Muamalat akan mensosialisasikan dan mengelola keuangan yang berhubungan dengan haji di lingkungan Muhammadiyah.

Baca Juga: Tanggapan Roy Suryo Terkait Kasus Video Syur Audrey Davis

Selain itu, Bank Muamalat dan Lazismu akan berkolaborasi dalam layanan keuangan syariah, penyaluran ziswaf, donasi kemanusiaan, penyaluran hasil kurban, dan resiprokal marketing.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyatakan bahwa perbankan syariah harus mengalami proses dinamisasi dan tidak stagnan. Menurutnya, bank syariah harus menjadi alternatif yang tidak ribawi dan mampu memberikan usaha-usaha yang mensejahterakan umat, serta menjadi pilar pembangunan umat dan bangsa.

"Muhammadiyah memiliki potensi besar untuk kerja sama karena memiliki Amal Usaha dari berbagai bidang,” jelas Haedar.

Haedar Nashir berharap kerja sama ini dapat saling memajukan, menguntungkan, dan membangun kepercayaan antara kedua belah pihak. “Muhammadiyah tidak mengejar keuntungan untuk dirinya sendiri, tetapi untuk memajukan, mencerdaskan, dan mensejahterakan bangsa,” tutup Haedar.

Halaman:

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini