Minggu, 19 Juli 2026

Muhammadiyah Minta Karyawan Pindah Bank Usai Tarik Dana Jumbo dari BSI

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Rabu, 19 Juni 2024 | 10:26 WIB
Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah.  (X)
Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah. (X)

NAWACITAPOST.COM - Muhammadiyah, salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, baru-baru ini membuat keputusan besar dengan menarik semua dananya dari Bank Syariah Indonesia (BSI). Langkah ini tidak hanya berimplikasi besar pada operasional keuangan internal Muhammadiyah, tetapi juga menimbulkan spekulasi tentang alasan di balik keputusan tersebut.

Dengan total dana yang ditarik mencapai sekitar Rp13 triliun, tindakan ini tentu mengguncang dunia perbankan syariah di Indonesia. Tak hanya itu, Yayasan Muhammadiyah bahkan meminta semua karyawan segera mengganti rekening
yang menggunakan BSI untuk penggajian.

Keputusan ini pertama kali mencuat melalui unggahan di akun media sosial X @/valisaa, yang menampilkan surat edaran resmi dari Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Dalam surat tersebut, semua karyawan yang menggunakan BSI untuk penggajian diimbau segera mengganti rekening mereka ke Bank Jateng Syariah atau Bank Muamalat.

"Muhammadiyah tarik semua aset di BSI. Termasuk RS yang kerja sama dengan BSI ya stop kerjasamanya. Ya gak gajinya masih pakai rekening BSI harus ganti bank," tulis akun @/valisaa, dikutip Rabu (19/6/2024).

Baca Juga: Jelang Nawacita Awards 2024, Masyarakat Diminta Usulkan Kandidat Penerima Penghargaan

Diketahui keputusan PP Muhammadiyah menarik dana dari BSI ini tertuang dalam Memo Muhammadiyah Nomor 320/1.0/A/2024 terkait Konsolidasi Dana yang dikeluarkan pada Kamis (30/5/2024) lalu. Ada beberapa alasan yang diungkap oleh PP Muhammadiyah terkait penarikan dana ini.

Beberapa alasan tersebut antara lain, Muhammadiyah menyoroti kesulitan UMKM mendapatkan pembiayaan dari BSI. Hal ini dianggap bertolak belakang dengan misi utama perbankan syariah yang seharusnya mendukung pertumbuhan ekonomi umat.

BSI dinilai lebih cenderung memberikan pembiayaan kepada konglomerat. Meskipun ini masih memerlukan bukti lebih lanjut, kecenderungan ini dianggap mengkhianati semangat ekonomi kerakyatan yang diusung Muhammadiyah.

Selain itu, ada kekecewaan terkait distribusi dana CSR BSI yang lebih banyak dialokasikan ke organisasi sosial di luar Muhammadiyah, sehingga tidak cukup mendukung kegiatan sosial Muhammadiyah. Ketua PP Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Industri Halal, Anwar Abbas, menyatakan bahwa penarikan ini bertujuan untuk mengurangi risiko konsentrasi dana di satu bank syariah saja, yang dapat menyebabkan persaingan tidak sehat di antara perbankan syariah.

Baca Juga: Daftar 9 Perumahan Terbesar di Indonesia, Siapa Juaranya?

Dengan keputusan tersebut, Muhammadiyah memindahkan dananya ke bank syariah lain seperti Bank Syariah Bukopin, Bank Mega Syariah, Bank Muamalat dan bank-bank lainnya. Jumlah dana PP Muhammadiyah yang dikosongkan di BSI disebut mencapai Rp13 triliun.

Ada spekulasi bahwa Muhammadiyah tengah mempersiapkan pendirian Bank Syariah Muhammadiyah, sebuah bank syariah yang diharapkan bisa lebih mendukung UMKM dan berbagai inisiatif ekonomi kerakyatan. Jika terwujud, ini akan menjadi tonggak penting dalam sejarah ekonomi Islam di Indonesia dan dapat memperkuat posisi Muhammadiyah dalam sektor perbankan syariah.

 

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini