NAWACITAPOST.COM - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, mengungkapkan rencananya untuk membangun food estate atau lumbung pangan di Kepulauan Seribu. Alasannya karena pembangunan lumbung pangan bagi Provinsi DKI Jakarta tidak mungkin dilakukan di wilayah daratan, sehingga perlu memaksimalkan potensi laut yang luas di sekitar kepulauan tersebut.
Heru Budi mengatakan bahwa DKI Jakarta tidak memiliki ruang yang cukup di daratan untuk membangun lumbung pangan. Sehingga, dengan memanfaatkan lautan yang luas di sekitar Kepulauan Seribu menjadi pilihan yang tepat.
"Ini bagian dari pada DKI Jakarta, luas lautan kita cukup banyak," kata Heru, dikutip Senin (25/3/2024).
Dia juga menyebutkan potensi hasil laut yang dapat diandalkan sebagai basis lumbung pangan, Misalnya rumput laut, dan beragam jenis ikan seperti ikan kerapu dan ikan napoleon. Potensi laut itu diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD) DKI Jakarta di masa depan.
Baca Juga: Per Maret 2024, Penerimaan Pajak Tumbuh 5,74 Persen
"Ada rumput laut, ikan kerapu, ikan napoleon. Ini pendapatan asli daerah (PAD) DKI masa depan," kata dia.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Heru Budi berencana untuk menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) hingga Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Mengenai sumber anggaran, Heru Budi membuka peluang untuk menggandeng pihak swasta.
Sebelumnya, Heru Budi telah menyatakan niatnya untuk mengembangkan food estate di Kepulauan Seribu mulai tahun 2025 mendatang. Hal ini dilakukan sebagai langkah untuk menyokong kebutuhan pangan Provinsi DKI Jakarta, mengingat kebutuhan bahan pokok di dunia yang semakin berkurang.
Kepulauan Seribu dipilih karena kaya akan hasil laut, seperti ikan, rumput laut, dan ganggang, yang dapat menjadi sumber pangan yang berkelanjutan bagi masyarakat Jakarta.
"Pada 2025 dan seterusnya memang harus dipikirkan Kepulauan Seribu menjadi lumbung pangan bagi masyarakat DKI Jakarta," ujar Heru.