Satu Komando, Satu Data
Selama masa tanggap darurat, BPBD Kabupaten Nias Barat ditetapkan sebagai pusat koordinasi dan pengendalian data bencana.
Camat, pemerintah desa, serta seluruh perangkat daerah terkait diminta memperbarui data secara berkala, termasuk jumlah warga terdampak, rumah rusak, kelompok rentan, kerusakan infrastruktur, ternak, usaha masyarakat, dan kebutuhan penanganan.
Bupati menegaskan bahwa seluruh unsur pemerintah harus bekerja dengan prinsip satu komando dan satu data agar penanganan berlangsung cepat dan tidak tumpang tindih.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Kita harus bergerak cepat, tetapi tetap tepat, tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Pemkab Nias Barat juga mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar sungai dan wilayah rawan banjir, untuk tetap waspada terhadap kemungkinan hujan susulan dan mengikuti informasi resmi pemerintah.(Yogi)