nasional

Henry Yosodiningrat Bicara Lantang dan Tegas Soal Jokowi Bukan Kader PDIP Melainkan Pengkhianat Demokrasi

Selasa, 12 Maret 2024 | 14:25 WIB
Politisi PDIP yang juga Komandan Tim Hukum 03 Ganjar-Mahfud, Henry Yosodiningrat (Foto: youtube channel Akbar Faizal Uncersored)

NAWACITAPOST.COM - Politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan juga Komandan Tim Hukum 03 Ganjar-Mahfud, Henry Yosodiningrat, mengeluarkan pernyataan kontroversial terkait status Joko Widodo (Jokowi) sebagai kader PDIP.

Dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored pada Senin (11/3), Henry Yosodiningrat menegaskan bahwa menurutnya, saat ini Jokowi bukanlah lagi kader dari PDIP. Ia bahkan menyebut ayah dari Gibran Rakabuming Raka sebagai penjahat demokrasi.

Pernyataan keras Henry tersebut diungkapkan dalam konteks perdebatan mengenai hubungan antara PDIP dan Jokowi pasca Pilpres 2024. Menurut Henry, "kerusakan" dimulai dengan majunya Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden yang didukung oleh Jokowi.

Baca Juga: Pilkada Surabaya, Sarana Demokrasi Minta PDIP belajar dari Pengkhianatan Jokowi

"Dengan cawe-cawe ke MK, eh kebetulan iparkan. Ke KPU, menerima pendaftaran, padahal waktu itu masih menggunakan undang-undang yang lama, masih menggunakan PKPU yang lama," ujar Henry Yosodiningrat dikutip Nawacitapost dari poadcast Akbar Faizal Uncersored.

Dia menambahkan, "Di sini sudah terlihat, sudah terencana semua. Siapa yang merencanakan, siapa pelakunya? Ya Jokowi dengan melakukan intervensi terhadap hukum, kemudian juga kepada pelaksana pemilu."

Henry juga menyatakan bahwa dengan semua tindakan tersebut, Jokowi tidak lagi dapat dianggap sebagai kader PDIP. Menurutnya, Jokowi adalah kader yang berkhianat.

Baca Juga: Henry Yosodiningrat, PDI Perjuangan Siap Menjadi Oposisi Pasca Pilpres 2024

"Dia lebih memilih untuk dinasti kekuasaannya, kemudian menjadikan anaknya, dia mengorbankan semuanya. Dia bukan kader. Jadi di mata saya, Jokowi itu pengkhianat bahkan melakukan kejahatan demokrasi," tegas Henry.

Pernyataan kontroversial ini tentu saja memunculkan pertanyaan baru tentang dinamika politik di Indonesia pasca-pemilihan presiden.

Bagaimana langkah selanjutnya dari PDIP dan bagaimana tanggapan dari pihak terkait akan hal ini menjadi sorotan menarik untuk diikuti.

 
 
 

Tags

Terkini