NAWACITAPOST.COM — Kabar duka menyelimuti Ibu Kota Nusantara. Troy Harold Yohanes Pantouw (58), Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik yang juga menjabat sebagai Juru Bicara OIKN, ditemukan meninggal dunia di unit huniannya di Rusun 3 Tower 6 IKN pada Sabtu (25/7/2026). Hingga saat ini, kepolisian masih bergerak cepat mendalami penyebab pasti kematian sosok yang dikenal vokal mengawal publikasi pembangunan IKN tersebut.
Skenario mencekam mewarnai detik-detik penemuan almarhum. Peristiwa ini bermula sekitar pukul 13.47 WITA saat petugas kebersihan tidak mendapat respons ketika hendak membersihkan kamar Troy. Pintu yang terkunci rapat dari dalam memaksa pengelola menghubungi aparat keamanan.
Guna menembus akses yang terkunci, tim kepolisian bersama Pemadam Kebakaran harus mengambil tindakan dramatis dengan membobol masuk melalui jendela. Suasana berubah haru ketika petugas mendapati Troy sudah dalam keadaan tak bernyawa, terbaring sendirian di dalam kamarnya.
Guna mengusut tuntas kejadian ini, Tim Inafis Polsek Sepaku dan Satreskrim Polres Penajam Paser Utara diterjunkan langsung untuk membackup olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi dan rekan kerja korban.
Kombes Pol Supriyanto Kapolresta IKN menegaskan bahwa dari olah TKP awal, tidak ditemukan adanya indikasi tindak pidana maupun jejak penganiayaan pada tubuh korban.
"Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Dugaan sementara korban meninggal karena faktor kesehatan, namun kami masih menunggu hasil visum untuk memastikannya," tegas Supriyanto.
Dugaan masalah kesehatan ini makin diperkuat oleh kesaksian sejumlah rekan kerja yang menyebut almarhum sempat mengeluhkan kondisi fisiknya yang menurun sebelum insiden terjadi. Troy sendiri diketahui memang tinggal seorang diri di rusun tersebut, sementara keluarga besarnya bermukim di Jakarta.
Baca Juga: Tragedi Main Hakim Sendiri di Bali: Kementerian HAM Turun Tangan Usut Tuntas!
Usai dievakuasi dan menjalani pemeriksaan luar di RS Hermina IKN, jenazah almarhum kini disemayamkan di RS Kanujoso Djatiwibowo, Balikpapan, sembari menunggu kedatangan pihak keluarga dari Jakarta. Bangsa ini kehilangan salah satu komunikator terbaiknya yang hingga akhir hayatnya terus mendedikasikan diri untuk mengawal wajah baru Ibu Kota Negara.