NAWACITAPOST.COM — Pemandangan memprihatinkan sekaligus menggugah hati memicu simpati publik di media sosial. Para siswa SDN Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, tertangkap kamera tetap bersemangat menikmati program Makan Bergizi Gratis (MBG)—meski harus menyantapnya di tengah bayang-bayang puing bangunan sekolah mereka yang telah hancur dan roboh.
Momen dramatis ini mendadak tular usai diunggah oleh akun Instagram @voktis.id pada Kamis (23/7/2026). Dalam salah satu potret yang menguras emosi, tampak seorang siswi dengan lugu menggenggam tempat makan (ompreng) MBG di depan ruang kelas yang atapnya sudah runtuh total. Gambar tersebut menjadi simbol betapa kuatnya tekad anak-anak ini untuk menimba ilmu di tengah fasilitas yang amat serba terbatas.
Baca Juga: Pecah Kongsi! Frank Hutapea Bongkar Topeng 'Pencitraan' Hotman Paris di Kasus Eks Jampidsus"Salah satu potret memperlihatkan seorang siswi membawa ompreng MBG di depan ruang kelas yang atapnya telah roboh... menggambarkan aktivitas belajar yang tetap berlangsung di tengah keterbatasan fasilitas," tulis keterangan unggahan tersebut.
Fasilitas Darurat: Musala dan Sekat Tripleks
Kerusakan berat ini membuat pihak sekolah kehilangan setidaknya 4 ruang kelas utama. Demi memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak terhenti, pihak sekolah terpaksa mengambil langkah-langkah darurat:
-
Sekat Tripleks: Satu ruang kelas yang tersisa dibagi menjadi dua bagian menggunakan dinding tripleks.
-
Musala Jadi Kelas: Siswa kelas 5 dipindahkan untuk mengungsikan aktivitas belajar ke musala sekolah.
-
Perpustakaan Jadi Ruang Guru: Ruang perpustakaan dialihfungsikan menjadi area kerja para guru.
Kepala SDN Tanggirejo, Juwariyah, mengonfirmasi bahwa ambrulnya atap bangunan sudah terjadi bertahap sejak awal Januari 2026. Kerusakan hebat ini bermula dari ruang kelas 6, menjalar ke kelas 5, ruang guru, hingga akhirnya menimpa kelas 4. Pelapukan material akibat usia bangunan yang tua serta serangan rayap menjadi pemicu utama robohnya atap-atap tersebut.
Harapan Perbaikan di Tengah Semangat yang Tak Padam
Meski kondisi fisik sekolah terbilang membahayakan, Juwariyah menegaskan bahwa antusiasme anak didiknya tidak pernah surut. Mereka tetap ceria, giat belajar secara bergiliran, dan menikmati sajian MBG di sekolah.
Baca Juga: Ferran Torres Jadi Pahlawan, Spanyol Bungkam Argentina dan Rengkuh Takhta Juara Dunia 2026!
Namun, pemandangan kontras antara semangat membara para siswa dan potret puing sekolah yang hancur menjadi tamparan keras. Kini, besar harapan masyarakat agar potret viral ini segera memantik perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan hingga Kementerian Pendidikan untuk merenovasi SDN Tanggirejo demi keselamatan dan kenyamanan belajar anak-anak bangsa.(***)