Kejanggalan makin liar. BAP Labfor menunjukkan ada riwayat Google Search pada 12 September 2024 pukul 05.04 WIB di laptop Nizam. Padahal, laptop tersebut sudah disita polisi sejak tanggal 10 atau 11 September. Siapa 'tangan gaib' yang menggunakan laptop berharga itu saat berada dalam penguasaan penyidik? Chain of custody atau integritas barang bukti pun berada di ujung tanduk!
Air Mata Tangis Keprihatinan: Anak Miskin Dipertaruhkan demi Tutup Malu Raksasa Kripto?
Di balik dinginnya perdebatan pasal dan angka forensik, persidangan ini menyisakan nestapa kemanusiaan yang menyayat hati. Wa Ode Nur Zainab tidak dapat menahan rasa prihatin dan amarahnya atas ketidakadilan yang menimpa Deflorio Arya Nizam. Nizam adalah seorang pemuda sederhana dari keluarga tak mampu, dengan ibu yang tengah sakit keras dan harus bergantung pada obat setiap hari.
Nizam kini harus mendekam di balik jeruji besi selama berbulan-bulan, terancam hukuman berat atas kejahatan yang tidak pernah ditemui bukti alirannya.
Baca Juga: Mundur dari Pucuk Pimpinan BGN, Nanik S Deyang Kini Didaulat Jadi 'Mata dan Telinga' Presiden Pertahankan Program MBG"Ini orang miskin, ibunya sakit keras, tiap hari harus minum obat... Dia kerja! Saya kenapa mau terima dia, sepeser pun saya nggak terima, karena saya tahu dia dianiaya!" pangkas Wa Ode Nur Zainab dengan nada bergetar menahan emosi.
"Ada nggak di sini dia bobol server, Pak? Bahwa kemudian uang itu bobol Rp300 miliar?!" tanya Wa Ode Nur Zainab.
3 Misteri Besar yang Masih Menggantung
Hingga saksi ahli selesai diperiksa, narasi kasus ini menyisakan lubang besar yang menganga:
-
Peretas Asli Melenggang Bebas: Sosok attacker sebenarnya, Yuno Quissut, sang penyebar phishing, sampai hari ini tak pernah tersentuh hukum.
-
Ke mana Uang Rp300 Miliar Terbang? Tanpa adanya audit forensik pada server Indodax, aliran dana raksasa itu tetap menjadi misteri yang tak teracak.
-
Kriminalisasi Rutinitas Kerja: Mengunduh kode dari GitHub dan menjalankannya di lingkungan lokal adalah tugas harian pengembang perangkat lunak. Mengaitkan rutinitas magang dengan hilangnya dana ratusan miliar tanpa bukti transfer adalah lompatan logika hukum yang sangat berbahaya.
Kini, nasib Deflorio Arya Nizam berada di tangan Majelis Hakim. Akankah keadilan berpihak pada fakta ilmiah dan nurani yang diperjuangkan Wa Ode Nur Zainab, ataukah Nizam akan menjadi korban sistemik demi menutupi celah keamanan platform kripto ternama? Tabuh genderang vonis mendatang akan menjadi pembuktian akhir!(Sakera)