NAWACITAPOST.COM — Jagat media sosial mendadak riuh dan memanas! Sebuah unggahan pilu sekaligus menohok dari seorang pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) asal Kalimantan Timur (Kaltim) sukses menyita perhatian publik.
Kisah ini datang dari pemilik Pizza Umma Adnan, yang mengaku tak henti-hentinya dibuat syok. Bagaimana tidak? Usaha yang dibangunnya merangkak dari modal nekat Rp1 juta itu mendadak didatangi rombongan petugas pajak yang didampingi satu mobil penuh Satpol PP!
Bawaan mereka bukan untuk membeli pizza, melainkan melakukan pendataan dan membawa kabar yang membuat dada sesak: Omzet UMKM Rp3 juta per bulan diwajibkan bayar pajak hingga 10 persen!
Baca Juga: Drama di Balik 45 Ton Sampah: Aksi Heroik Pasukan Encep Suryana Taklukkan Lautan Polusi Cakung Barat
"Terkejutlah Aku, Kok Banyak Sekali?!"
Kekagetannya itu ia tumpahkan dalam sebuah unggahan di akun Facebook pribadinya. Bagi pelaku usaha kelas rumahan, angka 10 persen bukanlah nominal kecil.
"Terkejutlah aku, kok banyak sekali, 10 persen?" tulis Umma Adnan penuh keheranan.
Bukannya mendapat solusi yang menenangkan, Umma Adnan justru makin dibuat elus dada saat petugas memberikan "jalan keluar". Mereka menyarankan agar harga pizza dinaikkan ke konsumen supaya keuntungan pribadinya tidak tergerus.
Namun, logika lapangan seorang penjual kecil tentu berbeda dengan hitung-hitungan di atas kertas.
Baca Juga: Drama di Balik 45 Ton Sampah: Aksi Heroik Pasukan Encep Suryana Taklukkan Lautan Polusi Cakung Barat"Dikasih solusi suruh naikkan harga, katanya kalau dinaikkan harga jadi keuntungan ibu tidak berkurang," ungkapnya.
"Tidak berkurang gimana? Kalau harga naik, bisa jadi penjualan yang berkurang. Ini aku yang salah atau gimana?" tambahnya getir.
Sentilan Menohok: "Mending Jual Pentol atau Es Dawet!"
Merasa keadilan bagi rakyat kecil makin terhimpit, kekecewaan penjual pizza ini pun memuncak. Dengan nada tajam dan penuh keheranan, ia melayangkan sentilan keras kepada para pejabat yang sibuk berburu pajak dari rakyat berpenghasilan minim.
Ia mempertanyakan, mengapa pemerintah yang memiliki anggaran besar tidak membuat unit usaha sendiri untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD), ketimbang menekan UMKM yang sedang berjuang menyambung hidup.
"Kenapa ya mereka tidak bikin usaha sendiri supaya punya pendapatan daerah? Jual pentol, es dawet kah kalian itu!" cetusnya menohok.
Modal Rp1 Juta vs Anggaran Negara
Pernyataan Umma Adnan seolah menjadi tamparan keras. Ia membandingkan dirinya yang merintis Pizza Umma Adnan hanya dengan modal awal Rp1 juta, sementara aparat dan instansi pemerintah memiliki dana yang jauh lebih besar.