Sehingga NU, menurut Nasik, sejak didirikannya pada tahun 1926 adalah organisasi yang teruji, terbukti dan setia terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Begitu juga dengan Marsinah, sebagai tokoh pejuang buruh yang berusia muda dan luar biasa. Mudah-mudahan semangatnya Bu Marsinah ini dapat menginspirasi masyarakat Nganjuk khususnya, umumnya Nasional, juga menginspirasi kaum buruh, dalam memperjuangkan hak-hak buruh," imbuhnya.
Dengan demikian, Nasik menegaskan ke depannya tidak ada lagi penindasan dan ketidakadilan terhadap kaum buruh di Indonesia.
"Jadi Marsinah ini adalah tokoh pejuang buruh yang luar biasa pada jaman Orde Baru yang dinilai begitu represif atas gerakan sekecil apapun yang dianggap mengganggu stabilitas Nasional," pungkasnya.
Baca Juga: Rumah Insiyah Terancam Dilelang, Ternyata BRI Unit Baron Telah Didatangi Anggota DPRD
Terpisah Bambang Heru Eko Wahyudi Ketua Exco Partai Buruh Kabupaten Nganjuk, ketika dikonfirmasi mengungkapkan bahwa Partai Buruh sangat mendukung penganugerahan gelar Pahlawan Nasional terhadap Marsinah.
"Sebenarnya sejak May Day tahun 2022, Partai Buruh sudah mengusulkan Marsinah untuk dianugerahi menjadi Pahlawan Nasional," kata pria kelahiran Banyuwangi yang akrab dipanggil Bambang, pada Senin (10/11/2025).
Tentunya, menurut Bambang hal ini adalah sebuah kesuksesan bagi kaum buruh yang diangkat sebagai Pahlawan Nasional, Khususnya Marsinah.
"Ini merupakan lambang keteguhan hati kaum buruh untuk memperjuangkan hak-haknya. Dengan harapan kedepannya tidak ada Marsinah-marsinah lagi di Indonesia," ujarnya.
Baca Juga: Jelang Hearing di DPRD, Ketua Exco Partai Buruh Nganjuk Buka Suara Perihal Dugaan Penahanan Ijazah
Semoga dengan dianugerahkannya gelar pahlawan terhadap Marsinah, dapat menginspirasi kaum buruh dalam memperjuangkan hak-haknya.
"Tentunya dalam memperjuangkan hak-hak buruh, tidak lepas dengan dukungan pemerintah," tandasnya.
Perlu diketahui Berikut 10 tokoh yang dianugerahi sebagai Pahlawan Nasional 2025:
- Kiai Haji Abdurrahman Wahid (Gus Dur) — Jawa Timur
- Jenderal Besar TNI Soeharto — Jawa Tengah
- Marsinah — Jawa Timur
- Mochtar Kusumaatmadja — Jawa Barat
- Hajjah Rahma El Yunusiyyah — Sumatera Barat
- Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo — Jawa Tengah
- Sultan Muhammad Salahuddin — Nusa Tenggara Barat
- Syaikhona Muhammad Kholil — Jawa Timur
- Tuan Rondahaim Saragih — Sumatera Utara
- Zainal Abidin Syah — Maluku Utara