Kediri, yang terletak di Jawa Timur, dikenal sebagai salah satu pusat kerajaan di masa lampau. Kota ini tercatat dalam Prasasti Kwak tahun 879 Masehi. Selama berabad-abad, Kediri menjadi kota penting, baik secara ekonomi maupun spiritual. Selain dikenal sebagai pusat industri tahu takwa dan rokok Gudang Garam, Kediri juga memiliki berbagai situs bersejarah dan tempat wisata seperti Goa Selomangleng dan Taman Sekartaji yang menjadi pengingat akan warisan budaya masa lalu.
4. Magelang (907 M)
Magelang telah dikenal sejak 11 April 907 Masehi, berdasarkan Prasasti Poh, Gilikan, dan Mantyasih. Kota ini pernah menjadi ibu kota Karesidenan Kedu dan juga menjadi pusat administrasi Kabupaten Magelang sebelum ditetapkan sebagai kota otonom.
Asal usul nama Magelang memiliki beberapa versi, salah satunya berkaitan dengan gelang yang dikenakan orang-orang dari Kalingga, serta kisah pengepungan pasukan yang membentuk lingkaran seperti gelang. Letaknya yang strategis dan keberadaan Candi Borobudur di sekitarnya menambah nilai historis dan budaya kota ini.
5. Banda Aceh (1205 M)
Kota Banda Aceh didirikan oleh Sultan Johan Syah pada tahun 1205 M dan kini telah berusia lebih dari delapan abad. Sebagai salah satu kota Islam tertua di Asia Tenggara, Banda Aceh memiliki peran penting dalam sejarah penyebaran Islam di Indonesia.
Baca Juga: Muhammad Kamil Soroti Jalan Rusak di Bekasi Utara, Minta Pemkot Segera Bertindak
Julukan Serambi Makkah disematkan karena perannya sebagai pintu masuk Islam ke Nusantara. Saat ini, Banda Aceh ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Nasional oleh pemerintah pusat dan menjadi pusat distribusi regional untuk sektor perikanan, pariwisata, dan pertanian. Kota ini juga termasuk dalam Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu Bandar Aceh Darussalam. Keunggulan pariwisatanya mencakup wisata spiritual, alam, sejarah, hingga peringatan bencana tsunami dan situs purbakala.