nasional

Gerakan Rakyat Dideklarasikan: Benarkah Kendaraan Politik Baru Anies Baswedan?  

Jumat, 28 Februari 2025 | 10:00 WIB
Anies Baswedan tidak masuk dalam struktur kepengurusan Gerakan Rakyat. (X)

Baca Juga: KPU Butuh Rp486,3 Miliar untuk Pemungutan Suara Ulang di 24 Daerah Ini  

Ia juga mengapresiasi terbentuknya organisasi tersebut dan melihatnya sebagai upaya positif dalam menjaga silaturahmi di antara relawan yang sebelumnya mendukungnya. Menurut Anies, keberadaan organisasi yang lebih tertata bisa memperkuat semangat perubahan yang sudah dibangun selama ini.

Meski Anies dan Sahrin membantah kemungkinan transformasi Gerakan Rakyat menjadi partai politik, isu ini tetap mengemuka. Pasalnya, pada Agustus 2024, Anies pernah menyatakan bahwa membangun ormas atau partai baru bisa menjadi salah satu langkah strategis untuk menghimpun kekuatan perubahan.

"Membangun ormas atau membangun partai baru mungkin itu jalan yang akan kami tempuh," beber Anies, dalam siaran Youtube, Jumat (30/8/2024).

Pernyataan tersebut sempat ia ulangi pada September 2024, meskipun ia menegaskan bahwa wacana tersebut masih dalam tahap kajian. Pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, menilai bahwa ada kemungkinan besar Gerakan Rakyat akan menjadi partai politik ke depannya.

Baca Juga: Dugaan Penyimpangan Prosedur Hukum, Pendeta Gideon Saragih Cari Keadilan di DPR  

Ia membandingkan proses pembentukannya dengan Partai Nasdem, yang awalnya juga berbentuk ormas sebelum akhirnya bertransformasi menjadi partai politik. Jamiluddin berpendapat bahwa dengan latar belakang sebagai jaringan relawan Anies serta kepemimpinan Sahrin Hamid yang dekat dengan Anies, kemungkinan ini semakin besar.

"Pembentukan ormas Gerakan Rakyat bisa jadi mengikuti model pembentukan ormas Nasdem yang kemudian berubah menjadi partai politik," kata Jamiluddin

Halaman:

Tags

Terkini