Kamis, 23 Juli 2026

Diteror Hingga 'Berdiri di Tepi Jurang', Nanik S Deyang Mundur Dari BGN!

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Kamis, 23 Juli 2026 | 21:57 WIB
Nanik S Deyang yang mengaku diteror hingga mengganti kontaknya selama menjabat sebagai Kepala BGN. (Dok. BGN)
Nanik S Deyang yang mengaku diteror hingga mengganti kontaknya selama menjabat sebagai Kepala BGN. (Dok. BGN)

NAWACITAPOST.COM — Di balik keputusan mengejutkan Nanik S Deyang mundur dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), terkuak tabir tekanan hebat dan drama mencekam yang merenggut kesehatannya. Meski secara resmi alasan pengunduran diri tersebut adalah untuk menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri—yang telah disetujui langsung oleh Presiden Prabowo Subianto—publik dikejutkan oleh pengakuan jujur sang mantan pejabat.

Menjabat selama kurun waktu singkat 45 hari sejak dilantik pada awal Juni 2026, Nanik blak-blakan mengungkapkan pergolakan batin serta terror fisik dan mental yang dialaminya saat mengelola anggaran raksasa untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Trauma Anggaran Besar: "Bak Berdiri di Tepi Jurang"

Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, Nanik membeberkan bahwa bukan sekadar masalah tata kelola yang membuatnya goyah, melainkan beban moral memegang uang rakyat dalam jumlah yang sangat fantastis.

Baca Juga: Curhat Membara Penjual Pizza di Kaltim Syok 'Digeruduk' Satpol PP, Minta Pejabat Jual Es Dawet!

"Kekacauan di BGN mungkin meski berat, saya masih bisa atasi. Tapi memegang anggaran besar itu yang membuat saya trauma," tulis Nanik.

Ia menggambarkan posisinya saat itu bak berdiri di atas tebing jurang yang amat curam, di mana kelalaian sekecil apa pun bisa berakibat fatal. Rasa cemas berlebih itu bahkan membuatnya mengidap paranoia setiap kali disodori tumpukan dokumen negara oleh sekretaris pribadinya. Untuk membentengi diri dari potensi penyimpangan, Nanik selalu mewajibkan dua wakilnya ikut memaraf setiap dokumen anggaran sebelum ia tandatangani.

Diteror Kanan-Kiri Hingga 'Angkat Bendera Putih'

Tak berhenti pada tekanan pekerjaan yang membuat fisik serta mentalnya ambruk, Nanik secara gamblang mengaku menjadi sasaran teror dari berbagai pihak. Intimidasi yang tak henti-hentinya menerpa "kanan dan kiri" itu akhirnya memaksa Nanik mengambil tindakan ekstrem: membuang dan mengganti nomor telepon selulernya.

Menariknya, langkah melarikan diri dari gempuran teror tersebut justru menjadi pemicu pemulihan kesehatannya.

Baca Juga: PANAS! Aksi Mahasiswa Menggema di Kejagung Diwarnai Kericuhan: Desak Pengusutan Kasus Korupsi Tanpa Pandang Bulu!

"Capai diteror kanan-kiri dan membuang nomor HP ternyata 50 persen dari obat jantung saya," ungkap Nanik dengan nada getir.

Menyadari batas kerentanan fisik dan jiwanya di tengah pusaran arus kekuasaan dan anggaran raksasa, Nanik akhirnya memilih untuk menyerah demi keselamatan jiwanya. "Angkat bendera putih, deh," pungkasnya menutup pengakuan dramatis tersebut.

Kini, pucuk pimpinan BGN telah resmi diserahterimakan dan dijabat oleh Sudaryono untuk meluruskan serta melanjutkan tata kelola program MBG ke depan.(***)

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini