NAWACITAPOST.COM — Gemuruh sorak-sorai penonton di GOR Siyono, Gunungkidul, Yogyakarta, seolah menjadi saksi bisu atas drama baku hantam yang menggetarkan sanubari. Dalam tensi tinggi kejuaraan Highlands Combat Rumble 2026 yang berlangsung pada 9-10 Mei 2026, kontingen Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kabupaten Ngawi, Jawa Timur berhasil mengukir tinta emas lewat perjuangan yang penuh peluh dan determinasi.
Dari empat ksatria yang dikirim ke medan laga, dua di antaranya berhasil memancangkan bendera kemenangan di puncak tertinggi, membawa pulang dua medali emas ke bumi ramah.
Nuraini dan Faizal: Simbol Superioritas di Atas Kanvas
Drama memuncak ketika Nuraini dan Faizal naik ke atas ring pada partai final yang menentukan. Di bawah sorot lampu arena yang menyengat, keduanya tampil bak singa lapar. Nuraini menunjukkan teknik footwork yang lincah dipadu dengan pukulan counter yang mematikan, membuat lawannya tak berkutik.
Baca Juga: Darah Demokrasi di Nadir Kebebasan: Ikrar Suci di Jantung Jakarta
Tak kalah beringas, Faizal menghujamkan kombinasi jab dan hook yang presisi, mendominasi setiap ronde hingga wasit mengangkat tangannya tinggi-tinggi. Keduanya sukses membungkam keraguan dan memastikan podium tertinggi menjadi milik Ngawi, sebuah pembuktian bahwa mental juara telah mendarah daging dalam nadi mereka.
Gugur dalam Pertempuran Sengit
Namun, jalan menuju kejayaan tak selamanya mulus. Di sudut lain, Deni dan Riza harus menelan pil pahit. Menghadapi tembok kokoh dari petinju tuan rumah yang mendapat dukungan penuh publik Gunungkidul, kedua atlet muda ini dipaksa bertekuk lutut. Meski gagal menyumbang medali, mereka turun dari ring dengan kepala tegak, meninggalkan jejak perlawanan yang patut diacungi jempol. Kekalahan ini bukanlah akhir, melainkan luka yang akan menjadi guru paling berharga.
Nakhoda di Balik Layar: Evaluasi dan Rasa Syukur
Pelatih kawakan Pertina Ngawi, Didit Koko Nugroho, tak mampu menyembunyikan rona haru sekaligus bangga saat dikonfirmasi pada Minggu malam (11/5/2026). Baginya, keringat yang menetes di GOR Siyono adalah investasi masa depan.
"Alhamdulillah, kami bersyukur atas hasil ini. Ini bukan sekadar tentang medali, tapi tentang nyali. Kejuaraan ini menjadi kawah candradimuka bagi anak-anak untuk menambah jam terbang sekaligus bahan evaluasi mendalam demi mempertajam taring mereka di laga berikutnya," tegas pria yang akrab disapa Koko.
Baca Juga: Hak Rakyat Miskin Diduga Dirampok, Anggaran Tapsel Meledak Rp146 Miliar Secara Misterius!
Optimisme KONI Ngawi: Kebangkitan Sang Macan Ring
Keberhasilan ini pun mendapat apresiasi setinggi langit dari Ketua KONI Ngawi, yakni Faisol. Ia melihat raihan dua emas ini sebagai sinyal kuat bahwa tinju Ngawi tengah mengalami regenerasi yang mengerikan bagi lawan-lawan di tingkat regional.
"Ini adalah capaian prestisius. Atlet muda kita telah membuktikan bahwa mereka mampu bersaing, bertahan, dan menang di level antarprovinsi. Ini awal dari kebangkitan besar olahraga tinju di Kabupaten Ngawi," ujar Faisol optimis.
Dengan dukungan penuh tim ofisial dan kerja keras tanpa henti, Pertina Ngawi kini menatap masa depan dengan dada membusung. Prestasi di Highlands Combat Rumble 2026 bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan pernyataan tegas: Ngawi telah kembali, dan mereka siap memukul jatuh setiap tantangan yang ada.(esp)
Artikel Terkait
Dari Bambu Lapuk Ke Beton Kokoh: Jembatan Garuda Jakarta Utara Resmi Berdiri
Energi Baru! Forum Anak Muda Bantarjaya All-Out Dukung Misri di Pilkades Bantarjaya
Interiologic Gelar Kegiatan Sosial Bersama Anak-Anak Panti Asuhan Calvary Bekasi, Dimeriahkan Bintang JKT48 dan Penyanyi Jepang
Jerit Tangis di Tanjung Sari: DPC PPWI Pesawaran Hadir Basuh Luka Korban Rumah Roboh
Skandal Besar: "Bancakan" Dana Bencana di Padangsidimpuan, Hak Korban Banjir Diduga Dirampok Secara Sistematis!