Jumat, 3 Juli 2026

Rutin Minum Susu Bisa Cegah Anemia Hingga Gangguan Tumbuh Kembang Anak

Photo Author
Safriana syahra, Nawacita Post
- Senin, 23 Juni 2025 | 10:31 WIB
Rutin Minum Susu Bisa Cegah Anemia
Rutin Minum Susu Bisa Cegah Anemia

NAWACITAPOST.COM - Zat besi merupakan salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan sejak masa bayi hingga usia lanjut. Menurut dr. H. Sukiman Rusli. Sp.PD., Lembaga Kesehatan dan Komisi Fatwa MUI, kekurangan zat besi pada anak terutama balita dapat memicu sejumlah gangguan kesehatan yang berdampak jangka panjang.

Salah satu cara yang direkomendasikan untuk membantu mencukupi kebutuhan zat besi anak adalah melalui konsumsi susu yang difortifikasi. “Zat besi dalam susu, apalagi bila dipadukan dengan vitamin C, akan lebih mudah diserap oleh tubuh.

Ini penting untuk mencegah anemia dan gangguan tumbuh kembang,” ujar dr. Sukiman. Berikut ini sejumlah dampak kesehatan yang dapat dicegah jika anak rutin mengonsumsi susu bergizi yang mengandung zat besi:

Baca Juga: Pilihan Sehat dan Islami: Susu Fortifikasi Halal dan Thayyib untuk Anak Tangguh di Masa Depan

Anemia Defisiensi Besi

Anemia pada anak terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah sehat. Dalam banyak kasus, kondisi ini disebabkan oleh rendahnya kadar hemoglobin akibat kekurangan zat besi. Anak dengan anemia cenderung lemas, mudah lelah, dan mengalami detak jantung yang cepat

Pertumbuhan Fisik Terhambat

Zat besi mendukung pembentukan eritrosit (sel darah merah). Jika jumlahnya kurang, maka pertumbuhan anak bisa terganggu. Anak terlihat lebih pendek dari usia sebayanya dan berisiko mengalami stunting.

Gangguan Perkembangan Otak

Zat besi juga berperan dalam fungsi otak, termasuk perkembangan kognitif dan motorik. Kurangnya asupan zat besi pada masa awal kehidupan dapat menyebabkan penurunan kemampuan belajar dan konsentrasi.

Penurunan Daya Tahan Tubuh

Zat besi dibutuhkan dalam pembentukan antibodi. Kekurangannya membuat anak lebih rentan terhadap infeksi.

Risiko Gangguan Jantung

Pada kasus kekurangan oksigen akibat anemia, jantung anak dipaksa bekerja lebih keras. Jika terjadi dalam jangka panjang, kondisi ini bisa memicu gangguan fungsi jantung.

Halaman:

Editor: Safriana syahra

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini