Senin, 20 Juli 2026

Kim Jong Un Ancam "Musnahkan" Korea Selatan dan Amerika Serikat

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Senin, 1 Januari 2024 | 18:17 WIB
Kim Jong Un.  (Twitter)
Kim Jong Un. (Twitter)

NAWACITAPOST.com - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, telah memerintahkan militer negaranya untuk bertindak dengan kekuatan penuh dan "memusnahkan secara menyeluruh" Korea Selatan dan Amerika Serikat jika terjadi konfrontasi militer.

Dilansir dari Al Jazeera, perintah ini disampaikan oleh Kim dalam pertemuan dengan para perwira tinggi di Pyongyang pada malam tahun baru, seperti yang dilaporkan oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) pada hari Senin.

Kim menegaskan bahwa militernya harus bersiap untuk memberikan "pukulan mematikan" terhadap musuh jika diprovokasi, mengindikasikan rencana untuk menempatkan tiga satelit lagi ke luar angkasa dan mengembangkan persenjataan negaranya dalam tahun ini.

Baca Juga: Gempa Besar Guncang Jepang, Peringatan Tsunami Dikeluarkan

"Jika musuh memilih konfrontasi militer dan provokasi terhadap Republik Rakyat Demokratik Korea (RRDK), tentara kita harus memberikan pukulan mematikan untuk memusnahkan mereka secara menyeluruh dengan mengerahkan semua cara dan potensi terberat tanpa keraguan sedikit pun," ujar Kim.

Pertemuan ini juga menyoroti pernyataan Kim yang menegaskan bahwa Korea Utara tidak lagi berupaya merekonsiliasi atau reunifikasi dengan Korea Selatan.

Sementara itu, Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol dalam pidatonya di Hari Tahun Baru menyatakan rencananya untuk memperkuat kemampuan pertahanan dan serangan preemptif negaranya sebagai respons atas ancaman nuklir dari Korea Utara.

Baca Juga: Sumedang Diguncang Gempa 4.8 Magnitudo, Berikut Wilayah Terdampak dan Langkah Pemerintah Daerah

Korea Utara telah secara resmi mendeklarasikan diri sebagai negara yang memiliki kekuatan nuklir yang "tidak dapat diubah" sejak tahun 2022 dan menegaskan bahwa mereka tidak akan pernah melepaskan program senjata nuklir, hal ini dianggap sebagai elemen kunci bagi kelangsungan hidup negara tersebut.

Sejak tahun 2006, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) telah mengeluarkan resolusi-resolusi yang menyerukan Korea Utara untuk menghentikan program nuklir dan rudal balistiknya, namun hal ini belum berhasil menghentikan program senjata nuklir mereka.

Dalam suasana geopolitik yang terus berkembang, analis memperkirakan bahwa langkah ekspansi senjata nuklir Korea Utara ini bisa menjadi faktor pengaruh dalam konteks pemilihan presiden AS mendatang.

Baca Juga: Refleksi Akhir Tahun 2023, Serikat Pekerja Soroti Nilai Omnibus Law sebagai Kado Buruk

Dengan Donald Trump yang kembali mencalonkan diri, Kim mungkin berharap memiliki kekuatan yang cukup untuk mempengaruhi kebijakan AS, jika Trump terpilih kembali.

Upaya diplomasi antara Korea Utara dan AS yang pernah terjadi pada tahun 2018-2019 runtuh ketika AS menolak tawaran Kim untuk membongkar kompleks nuklirnya sebagai imbalan atas pengurangan sanksi yang dipimpin AS.

Halaman:

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini