Selasa, 21 Juli 2026

Hari Ini! 406 Tahun Silam, Nama Jayakarta Diganti Batavia oleh Jan Pieterszoon Coen  

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Jumat, 30 Mei 2025 | 11:49 WIB
Jan Pieterszoon Coen.  (X)
Jan Pieterszoon Coen. (X)

Peristiwa pada 30 Mei 1619 adalah bagian dari mozaik panjang sejarah Indonesia. Ia menjadi pengingat tentang awal dari masa penjajahan Belanda, yang kelak baru berakhir pada pertengahan abad ke-20.

Baca Juga: Iwan Sunito: Dari Surabaya ke Sydney, Meniti Sukses di Tengah Liku Dunia Properti  

Jan Pieterszoon Coen meninggal di Batavia pada 21 September 1629. Ada dua versi mengenai penyebab kematiannya. Versi Belanda menyebutkan ia wafat karena wabah kolera. Sementara versi lain menyatakan ia tewas akibat serangan pasukan Sultan Agung dari Mataram.

Beberapa sejarawan menyimpulkan bahwa wabah kolera tersebut kemungkinan sengaja disebarkan oleh pasukan Mataram melalui Sungai Ciliwung setelah serangan pada 1628. Jenazah Coen awalnya dimakamkan di Stadhuis (kini Museum Sejarah Jakarta), lalu dipindahkan ke De Oude Hollandsche Kerk (kini Museum Wayang), meski keabsahan lokasi makamnya masih diragukan.

Untuk mengenangnya, pemerintah kolonial Belanda mendirikan patung Coen pada 1869 di Lapangan Banteng, bertepatan dengan 250 tahun berdirinya Batavia. Patung itu menggambarkan Coen dengan pose menunjuk dan motonya, Dispereert Niet (pantang berputus asa). Patung tersebut berdiri selama 74 tahun hingga dihancurkan oleh pendudukan Jepang pada 7 Maret 1943.

Pada masa kolonial, ulang tahun Jakarta diperingati setiap 30 Mei, merujuk pada penaklukan Jayakarta oleh Coen pada 1619. Namun, kini HUT Jakarta diperingati setiap 22 Juni. Alasannya, pada 22 Juni 1527 terjadi penyerangan Pangeran Fatahillah di Pelabuhan Sunda Kelapa. Saat itu, Pelabuhan Sunda Kelapa dikenal dengan pusat perniagaan Portugis.

Halaman:

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini