NAWACITAPOST.COM - Asia Tenggara tidak hanya terkenal dengan keragaman budaya dan pariwisatanya, tetapi juga dengan kemegahan stadion-stadion olahraga yang tersebar di berbagai negara. Stadion-stadion ini dibangun bukan hanya untuk menyelenggarakan pertandingan sepak bola, melainkan juga digunakan untuk konser musik, acara kenegaraan, hingga pesta olahraga regional seperti SEA Games.
Pembangunan stadion dengan kapasitas besar menunjukkan komitmen negara-negara di kawasan ini dalam mengembangkan fasilitas olahraga bertaraf internasional. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah stadion baru bermunculan dengan desain modern dan teknologi mutakhir.
Tak sedikit juga stadion lama yang direnovasi agar tetap relevan dengan kebutuhan masa kini. Beberapa stadion bahkan dirancang multifungsi untuk mendukung berbagai jenis kegiatan olahraga dan hiburan, menjadikannya sebagai pusat aktivitas masyarakat di sekitarnya.
Salah satu stadion yang belakangan ini menarik perhatian adalah Jakarta International Stadium. Meski tergolong baru, stadion ini langsung masuk ke jajaran stadion terbesar di Asia Tenggara.
Selain JIS, masih ada sembilan stadion lain yang memiliki kapasitas luar biasa dan menjadi kebanggaan di negaranya masing-masing. Berikut ini adalah daftar stadion terbesar di Asia Tenggara berdasarkan kapasitas, disusun dari yang paling besar hingga yang paling kecil.
1. Bukit Jalil National Stadium, Malaysia
Bukit Jalil National Stadium berada di Kuala Lumpur dan merupakan stadion terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas mencapai 87.411 orang. Stadion ini dibangun untuk menyambut Commonwealth Games tahun 1998 dan sejak itu menjadi pusat kegiatan olahraga utama di Malaysia. Stadion ini juga menjadi tempat penyelenggaraan Piala AFF dan SEA Games, serta menjadi markas timnas sepak bola Malaysia.
2. Jakarta International Stadium, Indonesia
Jakarta International Stadium, yang lebih dikenal sebagai JIS, dibuka pada tahun 2022 dan memiliki kapasitas 84.000 penonton. Terletak di Jakarta Utara, stadion ini dirancang sebagai stadion berstandar FIFA dengan berbagai fasilitas modern. Selain digunakan untuk pertandingan sepak bola, JIS juga dirancang untuk acara-acara besar lainnya. Stadion ini diharapkan menjadi simbol baru olahraga Indonesia. JIS merupakan peninggalan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
3. Shah Alam Stadium, Malaysia
Shah Alam Stadium berada di Selangor dan memiliki kapasitas 80.732 orang. Diresmikan pada tahun 1994, stadion ini pernah menjadi markas dari Selangor FC dan PKNS FC. Stadion ini telah digunakan untuk berbagai ajang olahraga, termasuk pertandingan sepak bola dan atletik. Pada tahun 2017, stadion ini sempat direnovasi untuk memperbaiki fasilitas dan memperpanjang usia penggunaannya.
Baca Juga: Bikin Pengusaha Resah, Ini 10 Daerah dengan Jumlah Ormas Terbanyak
4. Gelora Bung Karno Stadium, Indonesia
Stadion Gelora Bung Karno atau GBK terletak di pusat Jakarta dan memiliki kapasitas sekitar 77.193 penonton. Stadion ini dibangun pada tahun 1962 untuk Asian Games dan telah beberapa kali mengalami renovasi. GBK menjadi tempat berbagai perhelatan besar, mulai dari ajang olahraga internasional hingga konser dan acara politik. Stadion ini tetap menjadi simbol penting dalam sejarah olahraga Indonesia.
5. Morodok Techo National Stadium, Kamboja
Morodok Techo National Stadium terletak di Phnom Penh dan memiliki kapasitas 75.000 orang. Stadion ini diresmikan pada tahun 2021 sebagai bagian dari persiapan Kamboja menjadi tuan rumah SEA Games 2023. Desain stadion ini terinspirasi dari bentuk kapal layar, melambangkan hubungan historis antara Kamboja dan Tiongkok. Stadion ini menjadi pusat kegiatan olahraga baru di negara tersebut.
6. Phnom Penh National Olympic Stadium, Kamboja
Stadion ini merupakan salah satu yang tertua di daftar ini, dibangun pada tahun 1964 di ibu kota Kamboja. Kapasitasnya mencapai 70.000 orang. Awalnya, stadion ini dibangun untuk menyambut Southeast Asian Peninsular Games 1963, namun acara tersebut dibatalkan karena situasi politik. Hingga kini, stadion ini tetap aktif digunakan untuk berbagai kejuaraan olahraga dan kegiatan masyarakat.
Artikel Terkait
Komisi I DPRD Bekasi Usulkan Operasi Yustisi Usai Lebaran, Fokus Tertibkan Pendatang dan Atasi Pengangguran
Donald Trump Tunda Tarif Balasan untuk 57 Negara, Apakah Ada Indonesia?
Kemenkes Cabut STR Dokter PPDS, Dugaan Tersangka Pemerkosaan di RSHS Bandung
Miris! 7 Fakta Kekejian Pelaku Pelecehan Seksual di RSHS Bandung
Karya Bakti TNI Kodim 0816 Sidoarjo Rencana Di Desa Gempol Klutuk Kecamatan Tarik