12. Prancis Masuk dalam Daftar Target Milisi
Kelompok pro-Iran di Irak, Ashab Alkahf, secara resmi menyatakan bahwa kepentingan Prancis kini menjadi target serangan.
Ancaman ini muncul setelah Prancis mengerahkan kapal induknya ke wilayah tersebut. Presiden Emmanuel Macron sebelumnya mengonfirmasi kematian seorang tentara Prancis dalam operasi di Kurdistan Irak.
13. Rusia: "Dunia Butuh Minyak Kami"
Menanggapi kekacauan ini, Moskow memosisikan diri sebagai pemegang kunci stabilitas. Utusan ekonomi Rusia, Kirill Dmitriev, menyatakan bahwa pengakuan AS terhadap pentingnya minyak Rusia menunjukkan bahwa pasar global tidak dapat berfungsi tanpa pasokan dari negaranya.
Perang di Timur Tengah secara tidak langsung telah memberi Rusia daya tawar ekonomi yang lebih besar terhadap Barat.
Analisis Singkat:
Situasi per 13 Maret 2026 menunjukkan bahwa konflik bukan lagi sekadar perang proksi, melainkan konfrontasi langsung yang melibatkan teknologi militer tercanggih dan pertaruhan ekonomi global.
Dengan tewasnya pemimpin tertinggi Iran dan serangan langsung ke Teheran, ruang untuk de-eskalasi diplomasi tampak semakin sempit.
Artikel Terkait
Bidik Status Kota Sinema, Pemprov DKI Resmi Gulirkan Insentif Pajak 50% bagi Film Nasional
KKP Dorong Percepatan Pembangunan SPBUN di Kampung Nelayan Merah Putih Jepara
Perkuat Karakter Siswa, SMPN 1 Pace Selenggarakan Pondok Ramadhan dan Penyaluran Zakat Fitrah
Pastikan Mudik Aman, Wali Kota Bekasi Pimpin Inspeksi Jalur Angkutan Lebaran 2026
Rayakan Idulfitri di Stadion Pakansari, Bupati Bogor Ajak Warga Hadiri Open House Bersama Forkopimda